TIDORE, NUANSA – Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) melaksanakan audiensi bersama Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, di Kantor Wali Kota Tidore, Selasa (5/5). Pertemuan ini menjadi forum strategis dalam merumuskan arah kerja sama yang komprehensif antara UMMU dan Pemkot Tidore, khususnya dalam pengembangan pendidikan tinggi, layanan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Rektor UMMU, Prof Dr Ranita Rope, menyampaikan sejumlah agenda prioritas, di antaranya rencana pembukaan Program Studi Dokter Gigi dan Mulut (FKG), pelaksanaan Kuliah Kerja Sosial dan Dakwah (KKSD) yang akan dipusatkan di wilayah Tidore Kepulauan, serta penguatan program akademik melalui pembukaan Program Studi Magister Ilmu Politik dan implementasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Ranita menegaskan, pembukaan FKG memiliki urgensi tinggi mengingat kebutuhan tenaga dokter gigi di Maluku Utara yang masih terbatas. Secara geografis, pelaksanaan program ini dinilai sangat memungkinkan dengan dukungan Pemkot Tidore, termasuk melalui kemitraan dengan masyarakat lokal sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia (SDM).
Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menyampaikan dukungan penuh terhadap seluruh rencana strategis yang dipaparkan UMMU. Dalam arahannya, wali kota menekankan pentingnya percepatan realisasi kerja sama melalui langkah-langkah konkret dan koordinasi lintas sektor. Dokumen kerja sama diminta untuk segera disusun dan disampaikan kepada Muhammadiyah sebagai dasar tindak lanjut kelembagaan.
Sebagai bentuk komitmen nyata, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan dukungan resmi dari Wali Kota Muhammad Sinen, yang didampingi Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, dan secara langsung diserahkan kepada Rektor UMMU Ranita Rope. Penandatanganan ini menjadi simbol kuat dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan Program Studi Dokter Gigi dan Mulut serta program-program strategis UMMU di wilayah Tidore Kepulauan.
Lebih lanjut, pemerintah kota siap memfasilitasi percepatan penyediaan sarana dan prasarana, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan pengembangan klinik gigi dan mulut. Pengembangan fasilitas ini diarahkan menuju pembentukan Rumah Sakit Gigi dan Mulut sebagai bagian dari rumah sakit pendidikan Muhammadiyah di Tidore.
Wali Kota juga menegaskan kesiapan untuk memimpin langsung rapat koordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat implementasi rencana tersebut, termasuk pelaksanaan Rencana Tindak Lanjut (RTL).
Sebagai bagian dari percepatan, Wali Kota juga meminta agar dilakukan kunjungan langsung ke RSUD dan fasilitas pemerintah kota untuk memastikan kesiapan sarana pendukung secara menyeluruh. Penguatan SDM lokal Tidore menjadi perhatian utama, dengan mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengembangan layanan kesehatan dan pendidikan.
Dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, pelaksanaan KKSD UMMU diarahkan untuk difokuskan di wilayah Oba dan Maitara, dengan penekanan pada edukasi pengelolaan sampah. Hal ini sejalan dengan rencana pengembangan kawasan tersebut sebagai destinasi pariwisata yang berkelanjutan.
Sementara itu, program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang diusulkan UMMU memberikan peluang percepatan masa studi dari empat tahun menjadi dua tahun, dengan mempertimbangkan pengalaman kerja dan sertifikasi yang dimiliki peserta.
Audiensi ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Pemkot Tidore, Direktur Rumah Sakit Daerah Kota Tidore Kepulauan, serta pimpinan UMMU yang terdiri dari rektor, para kepala lembaga, kepala biro, pimpinan pascasarjana, dan dosen.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan antara UMMU dan Pemkot Tidore dalam mendukung pembangunan daerah berbasis peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh. (tan)
