SOFIFI, NUANSA – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mengunjungi Suku Togutil di pedalaman Halmahera untuk melihat langsung kondisi kehidupan masyarakat adat yang selama ini hidup bergantung pada hasil hutan.
Dalam kunjungan tersebut, Sherly berdialog dengan warga mengenai kondisi keluarga, pola hidup sehari-hari, hingga kebutuhan dasar yang masih terbatas. Sejumlah warga diketahui tinggal di hunian sederhana dan mengandalkan hasil buruan serta tanaman hutan untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara berencana menyiapkan program pemukiman bagi masyarakat Suku Togutil agar mereka lebih mudah memperoleh akses pelayanan pemerintah dan hidup lebih layak. Program itu juga disertai pendampingan di bidang pertanian dan peternakan.
“Kalau sudah di pemukiman nanti diberikan bantuan beras bulanan dan bisa mulai berkebun serta memelihara ayam,” kata Sherly saat berdialog dengan warga.
Selain persoalan tempat tinggal, pemerintah juga menyoroti kondisi kesehatan masyarakat. Dalam kunjungan itu ditemukan sejumlah anak yang mengalami tanda-tanda kekurangan gizi. Pemerintah daerah berencana menurunkan tim kesehatan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh serta memberikan susu dan vitamin bagi anak-anak.
Sherly turut meminta petugas kesehatan memeriksa warga lanjut usia yang mengalami gangguan penglihatan agar dapat ditangani lebih lanjut, termasuk kemungkinan menjalani operasi mata.
Di bidang administrasi kependudukan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara akan melakukan perekaman kartu tanda penduduk (KTP) bagi warga Suku Togutil. Langkah itu dilakukan agar masyarakat dapat terdata secara resmi dan memperoleh akses bantuan sosial maupun program pembangunan lainnya.
“Perekaman KTP harus dilakukan supaya semuanya terdata dan pembangunan rumah bisa segera diproses,” ujarnya.
Kunjungan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Sosial. Pemerintah pusat disebut telah menyiapkan anggaran pembangunan pemukiman setelah memastikan kesiapan lahan dan kelengkapan administrasi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap program tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Suku Togutil melalui akses hunian layak, pelayanan kesehatan, dan pendidikan yang lebih baik. (tan)











