TOBELO, NUANSA – Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi hingga asap hitam membubung tinggi dengan ketinggian kolom abu mencapai 10 Km, Jumat (8/5). Sebanyak 20 pendaki dilaporkan masih terjebak akibat dampak erupsi gunung tersebut.
“Jadi dilaporkan untuk pendaki ada 20 orang, 9 orang warga asing, sisanya adalah warga seputaran Maluku Utara,” ujar Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu.
Erlichson menjelaskan, tim gabungan yang terdiri dari Polres, BPBD dan Basarnas masih berusaha untuk melakukan evakuasi. Namun, tim terkendala kondisi di gunung yang masih erupsi.
“Di sini ada kendala di mana gunung ini masih mengalami erupsi, jadi kita juga melihat situasi. Apabila membahayakan upaya evakuasi kemungkinan masih kita tunda terlebih dulu,” katanya.
Lebih lanjut, Erlichson menyebut hingga kini ada dua orang yang dilaporkan meninggal dunia akibat letusan Gunung Dukono.
“Berdasarkan informasi dari BPBD, ada tiga korban, dua meninggal satu masih hilang,” jelasnya.
Sementara itu
Basarnas melalui Basarnas Command Center (BBC) menerima adanya deteksi sinyal darurat (SOS) dari perangkat Garmin pada titik koordinat 1°42’13.7″N 127°52’50.2″E. Laporan tersebut selaras dan telah dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya.
Kepala Desa Mamuya menjelaskan terdapat sejumlah pendaki yang mengalami luka-luka akibat terdampak aktivitas erupsi Gunung Dukono. Menindaklanjuti insiden darurat tersebut, sang kades meminta bantuan SAR untuk proses evakuasi para korban.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani menyampaikan setelah menerima laporan, Tim Rescue Pos SAR Tobelo bersama potensi SAR langsung dikerahkan menuju Posko Pengamatan Gunung Dukono.
Tim kemudian berkoordinasi dengan Polres dan BPBD Halmahera Utara terkait situasi terkini. Selanjutnya, tim menuju lokasi kejadian perkara (LKP) untuk melaksanakan evakuasi para pendaki dengan selalu mempertimbangkan kondisi cuaca di lokasi tersebut.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, diketahui total korban keseluruhan berjumlah 20 orang dan terdapat WNA asal Singapura. Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus berupaya menuju LKP untuk melakukan evakuasi korban.
Unsur yang terlibat, Basarnas Pos SAR Tobelo, Polres Halmahera Utara, Kodim Tobelo, BPBD Halmahera Utara, dan masyarakat setempat. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus dilakukan. (tan)
