SOFIFI, NUANSA — Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara yang mengalami erupsi pada Jumat (8/5) pukul 07.41 WIT.
Berdasarkan informasi resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dihimpun dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Dukono saat ini berada pada Status Level II (Waspada) dengan peningkatan aktivitas visual dan kegempaan yang terus dipantau secara intensif oleh petugas.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menerima laporan bahwa tim gabungan BPBD, Basarnas, TNI/Polri, tenaga medis dan unsur terkait saat ini terus melakukan pendataan, pemantauan serta penanganan di lapangan, termasuk penyisiran di kawasan sekitar Gunung Dukono.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan petugas di lapangan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujar Sherly.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga mengingatkan masyarakat, wisatawan dan pegiat alam bebas untuk sementara menghindari aktivitas di sekitar kawasan Gunung Dukono serta mematuhi rekomendasi PVMBG dan pemerintah daerah setempat.
Selain itu, masyarakat di sekitar wilayah terdampak diimbau menggunakan masker apabila terjadi hujan abu vulkanik dan membatasi aktivitas pada area yang direkomendasikan untuk dihindari oleh otoritas terkait.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus berkoordinasi dengan BNPB, PVMBG, Basarnas, BPBD Kabupaten Halmahera Utara dan seluruh pihak terkait guna memastikan penanganan berjalan baik dan kondisi masyarakat tetap aman dan terkendali. (tan)
