google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kukuhkan Bunda Literasi, Wagub Maluku Utara Dorong Penguatan Ekosistem Literasi Daerah

TERNATE, NUANSA – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengukuhkan Bunda Literasi Provinsi Maluku Utara, Rusni Sarbin, pada Senin (11/5), bertempat di Ballroom Bela Hotel Ternate. Usai dikukuhkan, Bunda Literasi Maluku Utara kemudian mengukuhkan Bunda Literasi Kabupaten/Kota se-Maluku Utara. Pengukuhan berjenjang ini menjadi langkah strategis pemerintah provinsi untuk memperkuat ekosistem literasi di tengah tantangan geografis kepulauan.

Acara diawali dengan pembacaan surat keputusan, dilanjutkan pembacaan naskah pengukuhan dan penyematan selempang kepada Bunda Literasi Provinsi oleh Wakil Gubernur. Rangkaian dilanjutkan penandatanganan berita acara pengukuhan Bunda Literasi Provinsi Maluku Utara oleh Wakil Gubernur. Setelah itu, Bunda Literasi Provinsi Maluku Utara mengukuhkan dan menyematkan selempang kepada Bunda Literasi kabupaten/kota, dilanjutkan penandatanganan berita acara oleh Bunda Literasi Provinsi.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pada kesempatan itu, Kepala Perpustakaan Nasional RI juga menyerahkan buku secara simbolis kepada Wakil Gubernur Maluku Utara.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perpustakaan Nasional RI, Prof E Aminudin Aziz, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku Utara, Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara beserta jajarannya, serta para Ketua dan Pengurus TP-PKK Kabupaten/Kota se-Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan data Badan Pusat Statistik yang menunjukkan minat baca Maluku Utara masih menjadi pekerjaan rumah besar. Pada 2024–2025, provinsi ini berada di peringkat 32 dari 38 provinsi. Namun berkat kolaborasi pemerintah daerah dan komunitas literasi, skor literasi tahun 2026 mengalami peningkatan.

“Keterbatasan akses buku fisik di wilayah kepulauan dan rendahnya literasi digital masih menjadi hambatan serius. Karena itu, kehadiran Bunda Literasi hari ini sangat penting sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem literasi,” tegas Sarbin.

Wakil Gubernur menegaskan Bunda Literasi diharapkan menjadi motor penggerak program nyata di daerah, meliputi:

– Taman Baca Masyarakat: Menyediakan ruang belajar terbuka di desa/kelurahan.

– Perpustakaan Digital: Menghadirkan koleksi bacaan yang dapat diakses kapan saja untuk menjangkau wilayah kepulauan.

– Gerakan Membaca Keluarga: Mendorong kebiasaan 15 menit membaca bersama di rumah.

– Literasi Media Sosial: Membekali masyarakat kemampuan memilah informasi dan menghindari provokasi.

Wagub juga menyoroti kondisi geografis Maluku Utara yang 75% wilayahnya berupa laut. Dari 10 kabupaten/kota, hanya Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Timur, dan Halmahera Tengah yang dapat diakses via darat. Karena itu, Pemprov bersama 9 provinsi kepulauan lain terus mendorong pengesahan RUU Provinsi Kepulauan di DPR RI.

Kepala Perpusnas RI menekankan, mengubah wajah bangsa dimulai dari pendidikan, dan mengubah wajah pendidikan dimulai dari membaca.

“Tidak cukup hanya gedung perpustakaan. Kita butuh ibu-ibu menggerakkan semangat membaca dari rumah,” tegasnya.

Kegiatan pengukuhan selesai, dilanjutkan dengan pemaparan kiat-kiat penguatan literasi oleh Kepala Perpusnas RI. (tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version