SOFIFI, NUANSA — Kemerdekaan dirayakan dengan banyak cara. Di Sofifi, ratusan talenta muda Maluku Utara memilih merayakannya melalui seni. Semangat itu hadir dalam pentas “Satu Panggung Seribu Talenta” yang digelar di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Senin (11/8).
Selama tiga hari, panggung ini menjadi ruang terbuka bagi pelajar dan generasi muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus merawat denyut kebudayaan Maluku Utara.
Pentas yang terbuka gratis untuk masyarakat tersebut menghadirkan beragam ekspresi seni, mulai dari baca dan musikalisasi puisi, monolog, orasi kebangsaan, menyanyi solo, tarian tradisional, musik etnik, mendongeng, teater hingga stand up comedy.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Panitia Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Maluku Utara bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara.
Antusiasme sekolah turut memberi warna. Hampir seluruh sekolah di Maluku Utara mengirimkan peserta untuk tampil dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Panggung pun tidak hanya menjadi tempat pertunjukan, tetapi ruang perjumpaan bagi generasi muda untuk saling mengenal, berkreasi dan percaya diri menampilkan kekayaan budaya daerah.
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengapresiasi keterlibatan pelajar dan seluruh pihak yang menjadikan panggung seni tersebut sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan.
“Kita ingin memastikan setiap kegiatan positif yang tumbuh di tengah masyarakat mendapat ruang dan dukungan. Pemerintah hadir untuk membuka ruang itu, terutama bagi generasi muda untuk berkarya dan berkembang,” ujar Sarbin.
Menurutnya, mengisi kemerdekaan tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan formal. Kreativitas, seni dan kebudayaan juga merupakan cara generasi muda menunjukkan kecintaan terhadap daerah sekaligus bangsa.
“Perjuangan untuk meraih kemerdekaan tidaklah mudah. Karena itu, tugas kita hari ini adalah mengisinya dengan hal-hal yang positif, yang membangun, dan yang memberi manfaat,” katanya.
Melalui “Satu Panggung Seribu Talenta”, semangat kemerdekaan di Sofifi tidak berhenti pada perayaan. Ia hadir dalam suara yang dilantunkan, puisi yang dibacakan, tarian yang digerakkan, cerita yang dituturkan dan keberanian anak-anak muda untuk tampil.
Dari satu panggung, tumbuh seribu ekspresi. Dari seribu talenta, terjaga denyut budaya Maluku Utara. (tan)
