TERNATE, NUANSA – Pemerintah Kota Ternate menerima bantuan bedah rumah dari pemerintah pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026 untuk 534 rumah tidak layak huni di wilayah tersebut.
Program nasional yang digagas Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melalui Direktorat Jenderal Kawasan Permukiman itu mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Ternate, karena dinilai membantu masyarakat yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni.
Peluncuran program ini dihadiri Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly, Kepala Disperkimtan Tonny S Pontoh, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sulawesi I Erpika Ansela Surira, serta perwakilan warga penerima manfaat Junaidi Albugis, yang mengikuti rapat virtual bersama Kementerian PKP di Kelurahan Kastela, Kecamatan Pulau Ternate, Selasa (19/5).
Pada tahun anggaran 2026 ini, sebanyak 534 unit rumah warga berpenghasilan rendah di Ternate akan mendapatkan bantuan rehabilitasi. Proyek perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) ini dijadwalkan mulai berjalan serentak pada 25 Mei 2026 mendatang. Setiap unit rumah yang terdaftar dalam program BSPS akan menerima bantuan stimulan senilai Rp20 juta untuk biaya perbaikan.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sulawesi I, Erpika Ansela Surira, menjelaskan program ini menyasar warga dengan kondisi ekonomi lemah.
“Penerima bantuan adalah warga berpenghasilan rendah, salah satu contohnya adalah keluarga berpenghasilan di bawah Rp1 juta per bulan,” ujar Erpika usai mengikuti rapat virtual.
Erpika menambahkan, program ini bersifat stimulan (pemicu), masyarakat penerima manfaat diharapkan tetap memberikan dukungan secara swadaya (gotong royong). Untuk memastikan akuntabilitas dan kelancaran pembangunan, pemerintah akan mengerahkan tenaga pendamping khusus di lapangan.
Tahun 2026 menjadi momentum besar bagi penataan pemukiman di Maluku Utara. Secara keseluruhan, provinsi ini mendapatkan kuota bantuan sebanyak 5.281 unit rumah. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun 2025 yang hanya mendapat jatah 600 unit rumah.
Khusus di Kota Ternate, klaster bantuan akan difokuskan di beberapa wilayah, dengan prioritas utama di Kecamatan Batang Dua. Wilayah tersebut diprioritaskan guna membantu pemulihan rumah warga yang sempat terdampak bencana gempabumi. Rencana realisasi ini disambut baik oleh Sekretaris Daerah Rizal Marsaoly.
Mewakili pemerintah daerah, Rizal mengapresiasi langkah cepat pemerintah pusat dan kehadiran pihak balai yang meninjau langsung kondisi riil di lapangan.
“Ini adalah bukti nyata kehadiran negara untuk masyarakat. Pemkot Ternate memastikan akan terus mengawal jalannya program ini dari awal hingga tuntas, agar hasilnya benar-benar dirasakan oleh warga yang membutuhkan,” ujar Rizal. (udi/tan)
