TERNATE, NUANSA – Maluku Utara menjadi salah satu target project dari Crop Disversity Conservation Use In Indonesia (CDCSUI) sebagai langkah konservasi tanaman asli asal Maluku Utara yang ditargetkan masuk di kancah global.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyambut baik atas pelaksanaan proyek yang berskala internasional ini, melalui audiensi yang dilakukan antara Sekretaris Daerah Provinsi Samsuddin Abdul kadir dengan Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Prertanian (BRMP Biogen) bertempat di ruang rapat eks-Crisant, Kamis (21/5).
Selain Provinsi Jawa Tengah dan Kalimantan Tengah, Provinsi Maluku Utara juga termasuk dari pelaksanaan proyek strategis ini dari tiga provinsi yang ditargetkan di Indonesia.
Samsuddin usai melakukan pertemuan tersebut mengatakan, pihaknya telah melakukan audiensi dengan BRMP biogen yang akan melaksanakan program atau proyek diversifikasi yang berkelanjutan terhadap tanaman asli asal Maluku Utara, khususnya cengkih dan pala.
“Sebenarnya ada lima komoditas dalam pelaksanaan proyek ini, selain cengkih dan pala. Seperti padi lokal, talas dan kuis yang sejenis dengan talas,” ucap Samsuddin.
Ia juga berharap, proyek kelestarian tanaman ini bisa dilaksanakan di Maluku Utara yang terdapat pada dua daerah yaitu di Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Selatan.
“Mudah-mudahan kita terus bekerja sama, dan kami sangat menyambut baik pelaksanaan proyek ini, terutama cengkih yang pada akhirnya diakui bahwa aslinya dari Maluku Utara,” katanya.
Samsuddin juga berharap proyek ini selain memberikan manfaat bagi peningkatan ekonomi, juga dapat membawa nama baik Maluku Utara di kancah global.
Sementara itu, Kepala BRMP Biogen Kementerian Pertanian, Atekan, menegaskan Maluku Utara merupakan sumber asli kelimpahan daya genetik cengkih dan pala.
Melalui proyek ini, ia berharap para petani akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan secara intensif.
“Tujuannya adalah menjaga kelestarian tanaman dari kepunahan, sekaligus meningkatkan nilai tambah pendapatan ekonomi mereka,” ujarnya.
Selain itu, proyek CDCSUI ini juga ditargetkan berjalan hingga tahun 2027, dengan rencana perpanjangan (extend) hingga tahun 2028.
“Di tahun 2026, BRMP Biogen berfokus membangun koordinasi intensif demi menyamakan persepsi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota terkait,” ujarnya. (tan)
