WEDA, NUANSA – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara bergerak cepat menyiapkan langkah penanganan terhadap sejumlah titik longsor di ruas jalan Payahe–Weda yang menjadi salah satu jalur vital penghubung Kota Tidore Kepulauan dan kawasan industri di Kabupaten Halmahera Tengah.
Kepala BPJN Maluku Utara, H. Abdul Hamid Payapo, didampingi Kepala Seksi Preservasi, Kasatker Wilayah II, serta sejumlah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), turun langsung melakukan pemantauan di sejumlah titik longsor pada Rabu (3/6).
Dalam peninjauan tersebut, BPJN Maluku Utara mengidentifikasi sedikitnya tujuh titik longsoran yang dinilai membutuhkan penanganan serius karena berpotensi membahayakan pengguna jalan dan mengganggu kelancaran arus transportasi.
Abdul Hamid Payapo mengatakan, dari tujuh titik yang ditemukan, dua di antaranya akan segera ditangani secara permanen pada tahun ini. Sementara lima titik lainnya akan dilakukan penanganan sementara sambil menunggu usulan penanganan permanen pada tahun 2027.
“Terkait titik-titik longsor yang berada di ruas Payahe–Weda, kami telah mengidentifikasi tujuh lokasi. Dua titik akan segera ditangani secara permanen tahun ini, sementara lima titik lainnya akan ditangani sementara sambil menunggu proses pengusulan penanganan permanen pada tahun 2027,” ujarnya.
Menurutnya, ruas Payahe–Weda memiliki peran strategis dalam menunjang konektivitas wilayah dan aktivitas distribusi logistik, terutama menuju kawasan industri di Halmahera Tengah. Karena itu, kondisi jalan harus tetap aman dan dapat dilalui masyarakat maupun kendaraan distribusi.
BPJN Maluku Utara juga memastikan penanganan awal dilakukan secepat mungkin guna mencegah longsoran semakin meluas, terlebih saat cuaca ekstrem dan intensitas hujan tinggi yang berpotensi memicu kerusakan tambahan di sepanjang jalur tersebut.
“Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas kami. Penanganan dilakukan secara bertahap agar akses transportasi tetap berjalan lancar,” tandasnya. (ask)















