google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Maluku Utara Didorong Jadi Pusat Industrialisasi Kelapa Nasional 

TOBELO, NUANSA – Pemerintah terus membuka ruang investasi sebagai motor penggerak roda perekonomian nasional melalui pemanfaatan potensi pengembangan kawasan transmigrasi kepada Republik Rakyat Tiongkok, salah satunya di Maluku Utara.

Hal ini menyusul kunjungan kerja yang dilakukan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia Wang Lutong bersama Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara di PT Natural Indococonut Organik, Rabu (3/6).

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tepat pukul 09.30 WIT Menteri Transmigrasi dan Duta Besar Tiongkok menapakkan kaki di tanah Moloku Kie Raha, disambut secara hangat oleh Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua bersama Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad.

Sebagai bentuk penghormatan adat Maluku Utara, penyambutan ditandai dengan pengalungan syal kepada Menteri dan Duta Besar.

Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman dalam menyatakan, bahwa kelapa merupakan komoditas strategis nasional yang memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian rakyat, khususnya di wilayah transmigrasi.

“Sesuai dengan instruksi langsung Bapak Presiden, dalam Asta Citanya bahwa Kementerian Transmigrasi ditugaskan untuk mempercepat industrialisasi dan hilirisasi kawasan transmigrasi” kata Iftitah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan terdapat banyak manfaat yang diperoleh dari industrialisasi ini, di antarnya meningkatkan kesejahteraan para petani.

Melalui program hilirisasi tersebut, Iftitah juga mendorong pengembangan berbagai produk turunan kelapa, antara lain minyak kelapa murni (virgin coconut oil/VCO), santan, gula kelapa, nata de coco, arang dan briket tempurung, cocopeat, serat sabut, hingga produk pangan dan kosmetik berbasis kelapa. Seluruh pengembangan didukung, penguatan pascapanen, serta fasilitasi akses pasar domestik dan ekspor.

Sementara, Wakil Gubernur Sarbin Sehe mengapresiasi dukungan Kementerian Transmigrasi dan Republik Rakyat Tiongkok terhadap pengembangan komoditas kelapa di Maluku Utara.

Wagub menyebut program industrialisasi-hilirisasi akan berdampak signifikan pada peningkatan harga beli kelapa yang akan menjadi motor ekonomi baru bagi Maluku Utara.

Dengan suasana khidmat, Menteri Transmigrasi juga menyinggung terkait Tim Ekspedisi Patriot, yakni pusat pelatihan Pengembangan Kawasan Transmigrasi dan Pengentasan Kemiskinan ke China sebagai bagian dari transformasi program transmigrasi yang kini diperluas ke kerja sama internasional.

“Tim berjumlah 36 orang nantinya akan menjadi bagian dari Tim Ekspedisi Patriot (TEP) yang akan bertugas di 53 kawasan transmigrasi” tutur Iftitah.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur mendampingi Menteri Transmigrasi dan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok menyempatkan factory tour untuk mengetahui lebih dekat dengan proses produksi perusahaan.

Sinergi apik antara pemerintah, Republik Rakyat Tiongkok dan PT Nico diharapkan semakin meningkatkan valuasi ekonomi di Halmahera Utara khususnya bagi para petani kelapa.

Mengingat kunjungan kerja strategis ini dalam rangka menjajaki peluang kerja sama di bidang ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, pendidikan vokasi, perdagangan, investasi, serta pengembangan pariwisata sebagai bagian dari program Asta Cita. (tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version