Panen Cabai Perdana, Gubernur Serahkan Puluhan Alsintan ke Petani Halmahera Utara 

TOBELO, NUANSA – Di sela-sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Halmahera Utara, Selasa (9/6), Gubernur Maluku Utara Sherly Laos turut melakukan panen perdana cabai bersama kelompok tani serta penyerahan puluhan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian agenda kunjungan Gubernur selain menghadiri pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V di Bumi Hibualamo.

Pada kesempatan tersebut, Sherly mengapresiasi upaya dan usaha para petani mandiri yang memanfaatkan lahan menjadi lahan produktif dan menguntungkan ini. Pemanfaatan lahan tersebut bisa memberikan banyak manfaat bagi warga sekitar yang bisa dirasakan bersama.

Bantuan alat dan mesin pertanian yang diberikan 5 unit hand traktor, 4 unit cultivator, 12 pack benih tomat, 200kg pupuk NPK, 1 buah hand sprayer, fungisida dan insektisida diserahkan ke 9 kelompok tani.

Dialog interaktif untuk menjaring aspirasi dilakukan Gubernur pada sesi sore hari tersebut. Beberapa pembahasan menarik terkait harga hortikultura, salah satu keluh kesah yang disampaikan perwakilan petani yakni naik turunnya harga jual.

Mendengar keluh kesah tersebut, dengan tegas Sherly meminta Plt Kepala Dinas Pertanian untuk melakukan penyesuaian harga jual hortikultura di angka 50 ribu.

Berikutnya kebutuhan akan pembangunan jalan tani. Jalan tani menjadi salah satu prasarana transportasi utama di kawasan pertanian. Infrastruktur ini memperlancar mobilitas alat mesin pertanian, mempermudah distribusi sarana produksi seperti pupuk dan benih, serta mempercepat pengangkutan hasil panen menuju pasar atau tempat pengumpulan

Bantuan ini, lanjut Sherly, merupakan bukti nyata keberpihakan oemerintah kepada petani yang sangat besar.

Karena itu, Sherly berharap bantuan ini dapat membantu para petani dalam mengelola usaha tani, sehingga upaya peningkatan produksi, produktivitas dan kualitas produksi dapat diwujudkan dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Kegiatan ditutup dengan panen cabai perdana sebagai penanda keberhasilan hortikultura serta mewujudkan kemandirian pangan di Maluku Utara. (tan)