google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Daerah  

Mahasiswa Morotai Desak Penambahan Kuota BBM Subsidi 

DARUBA, NUANSA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pasifik (Unipas) Morotai menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD, Rabu (17/6). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).

Selain protes terhadap melonjaknya harga BBM jenis Pertamax, mahasiswa juga membawa sejumlah masalah lokal yang tak kunjung diselesaikan, seperti sengketa lahan antara masyarakat dan TNI AU serta kuota BBM subsidi untuk nelayan.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Mereka mengaku, kebijakan kenaikan BBM ini sangat memukul tatanan kehidupan masyarakat Morotai. Sebab, kuota BBM subsidi di Morotai terbilang sangat minim, yang mengakibatkan warga terpaksa menggunakan BBM non subsidi dalam kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terlampau tinggi.

“Persoalan BBM hari ini menjadi salah satu keresahan terbesar warga. Nelayan butuh BBM untuk melaut, kendaraan butuh BBM agar masyarakat tetap beraktivitas, namun karena harga yang meningkat, masyarakat kecil lah yang paling merasakan dampaknya,” ujar koordinator aksi, Rifaldi Madjid.

Karena itu, mereka mendesak agar pemerintah kabupaten dan DPRD Morotai dapat mengambil kebijakan dengan melakukan penambahan kuota BBM subsidi seperti Pertalite dan biosolar.

Sebagaimana diketahui, BBM subsidi jenis Pertalite di Morotai hanya sebanyak 90 ton per bulan. Bahkan, BBM subsidi jenis Biosolar tak lagi tersedia di Morotai sejak 2023 lalu. Ini mengakibatkan harga BBM non subsidi menjadi konsumsi utama dengan harga di tingkat pengecer di desa menjadi sangat tinggi.

“Hari ini bisa dicek harga BBM di Morotai Jaya dan Pulau Rao yang harganya mencapai Rp25 ribu per liter. Maka dari itu kami minta agar pemerintah menambah kuota BBM subsidi agar masyarakat tidak terbeban,” tegasnya. (ula/tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version