google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Melihat Khazanah Budaya Moloku Kie Raha Lewat Festival Teluk Jailolo 2026

JAILOLO, NUANSA – Barisan penari tradisional dari Maluku Utara memukau ribuan pasang mata saat menyambut kedatangan Gubernur Sherly Tjoanda pada Opening Ceremony Festival Teluk Jailolo 2026, Rabu (17/6).

Pertunjukan yang dihelat di Lapangan Desa Dodinga, Pantai Disa-Susupu, dan Desa Adat Taraudu ini merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk membangun citra Maluku Utara sebagai destinasi budaya berkelas dunia.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Gubernur Sherly didampingi Bupati Halmahera Barat James Uang dan Wakil Bupati Djufri Muhamad secara khusus hadir untuk menyaksikan sekaligus menyapa masyarakat yang hadir pada festival yang mengangkat tema “Cultural Heritage Collaboration For Upscale Tourism” tersebut.

Antusiasme warga terlihat sejak awal acara, dengan ribuan pengunjung memadati area festival untuk menyaksikan rangkaian pembukaan yang berlangsung penuh semangat dan nuansa kebersamaan.

Dalam sambutannya, Sherly menegaskan bahwa Festival Teluk Jailolo (FTJ) merupakan agenda budaya strategis yang memiliki peran besar dalam memperkenalkan kekayaan budaya Halmahera Barat kepada masyarakat luas.

Peran utama festival budaya, menurut Sherly, dalam ekonomi daerah terlihat dari kemampuannya menarik wisatawan.

“Setiap kunjungan wisatawan membawa dampak perputaran ekonomi yang luas—mulai dari transportasi, penginapan, makanan, hingga pembelian kerajinan lokal,” ucap Sherly.

Oleh karena itu, ia berharap Festival Teluk Jailolo menjadi momen yang tepat untuk memperlihatkan keaslian dan keragaman budaya daerah.

“Efek berantai dari kegiatan ini menciptakan peluang pendapatan baru bagi berbagai sektor usaha di daerah,” papar Sherly yang disambut tepuk tangan meriah penonton.

Selain mendatangkan wisatawan, festival bertemakan budaya juga berfungsi sebagai wadah bagi pelaku ekonomi untuk mempromosikan produk UKM hasil masyarakat sekitar.

“Pelaku UMKM dapat menjadikan festival sebagai ajang promosi dan penjualan produk khas daerah,” kata Sherly melanjutkan.

Namun, untuk mencapai manfaat ekonomi yang maksimal, sebuah kegiatan harus dikelola dengan profesional.

“Banyak kegiatan budaya yang potensial tetapi tidak memberikan dampak signifikan karena kurangnya perencanaan, promosi yang terbatas, atau infrastruktur pendukung yang belum memadai,” ujarnya.

Bukan Sherly namanya jika tidak memberi solusi. Ada tiga poin penting pesan pembangunan yang disampaikan oleh Gubernur pada momen tersebut yakni:

1. Meminta Pemkab Halbar untuk melepas aset jeti agar kementerian dapat melakukan pembangunan lebih baik

2. Berkoordinasi bersama Komdigi dalam rangka perbaikan kualitas jaringan

3. Menyediakan tata kelola infrastruktur venue yang memadai.

Dalam kegiatan tersebut, Sherly juga melakukan pencanangan “Kampung Wallace” di Desa Wisata Dodinga. Hal ini sebagai bukti nyata pemerintah dalam mengangkat nilai sejarah alam dan sains global yang terinspirasi dari penjelajahan Alfred Russel Wallace di tanah Maluku Utara.

Festival Teluk Jailolo tidak hanya festival biasa seperti pada umumnya, namun hadirnya pemerintah akan khazanah budaya yang dimilikinya begitu terasa.

Di samping itu, sebagai sarana untuk terus memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM, baik melalui pelatihan, pendampingan, maupun penyediaan ruang promosi dalam setiap kegiatan publik daerah. (tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version