TERNATE, NUANSA – Pemerintah Kota Ternate menggelar rapat rutin lintas sektor di ruang aula Bappelitbangda Kota Ternate, Kamis (18/6). Rapat tersebut bertujuan untuk memperkuat kolaborasi pencegahan dan penanganan penyakit khusus Tuberkulosis (TBC), malaria dan HIV/AIDS.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Provinsi Maluku Utara.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk Satpol PP, Dinas Sosial, BKKBN, Dinas PPPA dan lainnya.
Selain itu, hadir juga pihak perbankan, Muara Grup, Baznas, serta pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan tujuan memberikan kontribusi nyata dalam upaya penanggulangan penyakit tersebut.
“Baru saja kita melaksanakan rapat lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, baik internal Pemerintah Kota Ternate maupun pihak luar. Mereka kita undang agar bisa berperan aktif dalam aspek pencegahan, khususnya pada kasus HIV/AIDS,” ujar Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly.
Ia menjelaskan, tujuan utama rapat adalah menyelaraskan program dan peran masing‑masing instansi agar penanganan ketiga penyakit tersebut berjalan lebih terarah dan terpadu.
Dari sisi perencanaan, Thamrin menegaskan bahwa seluruh program kesehatan tetap mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan tidak mengalami pengurangan alokasi.
“Kota Ternate termasuk daerah yang tetap menjaga komitmennya, karena kesehatan merupakan urusan wajib yang harus diprioritaskan,” tegasnya.
Pada tahun 2027, seluruh kegiatan dari sembilan OPD terkait harus tetap selaras dengan RPJMD.
“Penanganan TBC, malaria, dan HIV/AIDS akan menjadi fokus utama, dengan melibatkan seluruh puskesmas untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal di tingkat masyarakat,” tandas Thamrin. (udi/tan)
