SOFIFI, NUANSA – Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir, memimpin Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat provinsi tahun 2026 yang digelar di Kantor Dinas Koperasi UKM, Senin (13/7).
Mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, peringatan tersebut menjadi momentum memperkuat peran koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia khususnya Maluku Utara.
Dengan penuh khidmat, Samsuddin membacakan naskah pidato Menteri Koperasi Republik Indonesia. Ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh insan koperasi di Indonesia, mulai dari para pengurus, pengawas, pengelola, anggota, hingga para pegiat koperasi yang dengan penuh dedikasi terus menjaga dan mengembangkan koperasi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.
“Peringatan Hari Koperasi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional dan daerah,” ucapnya.
Ia menegaskan, koperasi bukan sekadar badan usaha semata, tetapi usaha bersama untuk memperbaiki kehidupan ekonomi berdasarkan semangat tolong-menolong dan asas kekeluargaan.
Kepala Dinas Koperasi UKM Maluku Utara, Wa Zaharia, mengungkapkan saat ini ada lebih dari 1.185 KDKMP di Maluku Utara.
“Sudah ada 1.185 KDKMP, 17 di antaranya telah aktif dan semua telah 100 persen berbadan hukum,” jelasnya.
Wa Zaharia menyebut pemerintah tengah mendorong lahirnya koperasi-koperasi sektor produksi yang menjadi motor penggerak industrialisasi rakyat. Berbagai koperasi kini mengelola SPBUN bagi nelayan, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), serta berbagai usaha produktif lainnya yang memberi manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat.
Koperasi juga didorong menjadi pelaku utama hilirisasi kelapa sawit, yang tidak lagi hanya menjual tanah dan buah segar, tetapi juga mengembangkan pengolahan minyak sawit, produk turunan, hingga industri bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan petani.
Sebelum menutup amanatnya, Sekprov mengajak seluruh insan koperasi untuk menjadikan peringatan Hari Koperasi ke-79 sebagai momentum memperkuat gerakan koperasi Indonesia.
“Kepada seluruh insan koperasi di daerah, jangan pernah merasa berjalan sendiri. Negara hadir, pemerintah hadir, dan masyarakat membutuhkan koperasi yang kuat. Pengabdian bapak dan ibu dalam membina, mengelola, dan mengembangkan koperasi merupakan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumen strategis pembangunan ekonomi rakyat. KDKMP diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, memperpendek rantai distribusi, memperkuat akses pembiayaan, memperluas pemasaran produk lokal, hingga menghadirkan pelayanan ekonomi yang lebih dekat kepada masyarakat. (tan)










