JAILOLO, NUANSA — Anggota Komisi V DPR RI dapil Maluku Utara, Irine Yusiana Roba Putri, berkomitmen penuh untuk mengawal dan memperjuangkan alokasi anggaran pembangunan dari pemerintah pusat untuk daerah, khususnya di Kabupaten Halmahera Barat dan Provinsi Maluku Utara.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan kondisi fiskal pemerintah pusat yang dinamis, Irine menegaskan bahwa program-program prioritas masyarakat di daerah tidak boleh terabaikan. Salah satu fokus utama yang sedang ia perjuangkan secara maksimal adalah anggaran penataan kawasan Festival Teluk Jailolo (FTJ).
“Kita tahu di pusat saat ini efisiensi terjadi di mana-mana. Tetapi menjadi tanggung jawab saya 100 persen bagaimana terus membawa program baik pemerintah pusat ke daerah. Tidak ada diskriminasi wilayah, apalagi Halmahera Barat dan Festival Teluk Jailolo ini sangat dekat di hati saya,” ujar Irine, Selasa (28/7).
Politisi PDIP tersebut mengungkapkan, seluruh dokumen perencanaan penataan area FTJ dari pihak pemerintah daerah telah rampung dan disempurnakan. Saat ini, proses keputusan alokasi anggaran berada di tangan pemerintah pusat.
“Dari daerah sudah lengkap dan sempurna semua. Sekarang ‘bolanya’ ada di pemerintah pusat. Saya sedang mengupayakan semaksimal mungkin agar anggaran penataan wilayah, khususnya untuk FTJ, tidak dipotong dari pusat,” tegasnya.
Selain penataan kawasan FTJ, Irine juga memastikan pengawasan dan pengawalan ketat terhadap berbagai program infrastruktur kerakyatan berbasis aspirasi di Maluku Utara agar tidak mengalami pengurangan kuota.
Program-program tersebut mencakup pembangunan jalan, jembatan, Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS/bedah rumah), hingga program konektivitas wilayah.
Ia menambahkan, koordinasi intensif terus dilakukan bersama pemerintah daerah, baik bupati maupun gubernur, untuk memastikan data kebutuhan masyarakat di lapangan terpetakan secara akurat.
“Hak masyarakat Maluku Utara dan Halmahera Barat untuk mendapatkan pelayanan yang paripurna dari pemerintah pusat tidak boleh terganggu sama sekali. Saya terus berkoordinasi dengan kepala daerah untuk memastikan program prioritas apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya.
Perlu diketahui, proyek penataan kawasan Festival Teluk Jailolo (FTJ) di Halmahera Barat menelan anggaran sekitar Rp28 miliar dan diperkirakan berjalan pada tahun 2026 setelah sempat mengalami penyesuaian anggaran, dengan pengerjaan utama difokuskan di bawah koordinasi balai pusat serta titik dari kawasan depan Ake Jububu hingga area pelabuhan.
Proyek fisik dengan pagu besar senilai Rp28 miliar dilanjutkan tahun ini setelah koordinasi pemenuhan dokumen Rencana Cipta (RC) dan masterplan telah tuntas. (adi/tan)











