JAILOLO, NUANSA – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos bersama Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon L.P. Napitupulu membangun harapan melalui pembangunan 36 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pembangunan tersebut didanai melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp2,4 miliar.
Program yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Malut, Dirut BTN, dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe, di Desa Domato, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, menjadi salah satu daerah dengan prospek ekonomi paling menjanjikan di Indonesia.
Dalam sambutannya, Sherly mengapresiasi kontribusi BTN melalui penyaluran TJSL senilai Rp2,4 miliar untuk pembangunan 36 unit RTLH. Ia berharap kolaborasi pemerintah dan sektor perbankan terus diperkuat dalam mendukung pembangunan daerah.
Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara tersebut menegaskan, rumah layak huni merupakan fondasi utama dalam membangun keluarga yang sehat, aman, dan bermartabat.
“Rumah yang layak menjadi fondasi kehidupan. Dari keluarga yang kuat akan lahir desa yang kuat, kabupaten yang kuat, provinsi yang kuat, hingga negara yang kuat,” ujar Sherly, Selasa (28/7).
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengungkapkan, Maluku Utara menjadi salah satu daerah dengan prospek ekonomi paling menjanjikan di Indonesia.
“Triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencapai 19,64 persen, tertinggi secara nasional, ditopang sektor industri pengolahan yang tumbuh sekitar 37 persen serta peningkatan investasi dan pembentukan modal tetap bruto sebesar 17,75 persen,” ucap Nixon.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, kata Nixon melanjutkan, akan diikuti meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan maupun infrastruktur. Karena itu, BTN tidak hanya hadir sebagai bank, tetapi juga mendukung digitalisasi keuangan pemerintah, memperkuat sistem ekonomi, serta pelayanan publik.
Di sisi lain, Sherly menambahkan, rumah tidak hanya sebagai tempat berlindung, melainkan ruang hidup utama tempat seluruh proses awal pembangunan karakter berlangsung.
Gubernur juga mengenang kunjungannya ke Desa Sidangoli Dehe pada 2025. Saat itu, ia mendapati puluhan keluarga telah hidup di atas laut selama hampir dua dekade dengan kondisi yang jauh dari layak.
Pengalaman tersebut menjadi alasan Pemerintah Provinsi Maluku Utara memprioritaskan relokasi warga ke kawasan hunian baru melalui pembangunan RTLH. Tahap awal mencakup pembangunan 36 rumah dan akan dikembangkan hingga sekitar 100 unit dengan dukungan pemerintah bersama perbankan Himbara. (tan)
