WEDA, NUANSA – Tim Tanggap Darurat Kekeringan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara bergerak cepat menangani dampak musim kemarau yang melanda kawasan pertanian di Kabupaten Halmahera Tengah.
Melalui Satuan Tanggap Darurat, BWS Maluku Utara menyalurkan 150.000 liter air irigasi untuk membantu memenuhi kebutuhan air pada lahan persawahan yang terdampak kekeringan.
Penanganan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan perangkat Desa Lembah Asri dan Desa Wairoro Indah. Koordinasi di lapangan dilakukan untuk menentukan titik prioritas sekaligus mengatur teknis pendistribusian agar bantuan air dapat diterima petani secara adil, merata, dan tepat sasaran.
Kepala BWS Maluku Utara, Saleh Talib, mengatakan dalam proses penyaluran, BWS Maluku Utara menggunakan sumber air dari sumur dalam dengan dukungan pompa diesel khusus. Pompa tersebut memiliki kapasitas hingga 36.000 liter per jam dan dioperasikan selama 48 jam.
“Air kemudian dialirkan melalui selang dan pipa dengan jarak sekitar 30 meter menuju area persawahan,” jelas Saleh, Kamis (13/8).
Menurutnya, kondisi topografi yang relatif datar turut memudahkan proses pengambilan dan penyaluran air ke lahan pertanian. Pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan aman tanpa kendala berarti.
“Dari target awal kebutuhan sebanyak 100.000 liter, realisasi penyaluran justru mencapai 150.000 liter. Bantuan tersebut digunakan untuk menangani dampak kekeringan pada sekitar 80 petak sawah yang dikelola oleh 50 petani,” ujarnya.
Ia menyebutkan, penyaluran air ini menjadi bagian dari langkah mitigasi BWS Maluku Utara dalam menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah di tengah ancaman cuaca ekstrem dan musim kemarau.
BWS Maluku Utara juga memastikan pemantauan ketersediaan air akan terus dilakukan bersama pemerintah desa setempat. Tim Tanggap Darurat disiagakan untuk melakukan penyaluran air susulan apabila kondisi di lapangan kembali membutuhkan bantuan.
“Langkah tersebut diharapkan dapat membantu petani mempertahankan produktivitas lahan sekaligus mencegah dampak kekeringan meluas ke kawasan persawahan lainnya,” tandas Saleh. (udi/tan)










