SOFIFI, NUANSA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyalurkan bantuan dana tanggap darurat sebesar Rp1 miliar guna meringankan beban warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kucuran anggaran ini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan serta pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian antarsesama anak bangsa. Ia berharap dukungan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak sekaligus memperkuat upaya penanganan dan pemulihan bagi warga terdampak.
“Laut boleh memisahkan Maluku Utara dan NTT, tetapi kemanusiaan tidak mengenal jarak. Ketika saudara kita sedang berduka, hati kita ikut bersama mereka,” ujar Sherly, Senin (17/8).
“Rp1 miliar ini adalah bentuk kecil dari kepedulian besar masyarakat Maluku Utara untuk NTT. Anda tidak sendiri,” sambungnya.
Lebih lanjut, Sherly mengajak seluruh masyarakat Maluku Utara terus mendoakan keselamatan warga terdampak. Ia juga mendorong warganya memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing.
“Kita pernah merasakan bagaimana beratnya menghadapi bencana. Karena itu, hari ini kita hadir untuk menguatkan saudara-saudara kita di NTT. Semoga bantuan ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk meringankan beban dan mempercepat mereka bangkit,” ujar Sherly.
Ia menambahkan, solidaritas dalam menghadapi bencana merupakan bagian penting dari semangat persaudaraan Indonesia. Karena itu, Sherly mendorong pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa untuk saling menguatkan ketika bencana datang tanpa mengenal batas wilayah. (tan)











