Daerah  

Pemkab Halbar Resmikan 4 Puskesmas dan Pacu Reformasi Kesehatan Total

JAILOLO, NUANSA — Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan memperluas pemerataan fasilitas medis melalui peresmian empat unit gedung Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) baru, yakni Puskesmas Balisoan, Akelamo, Tolofuo, dan Loloda Tengah. Agenda ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mendukung implementasi Asta Cita ke-4 Presiden dan Wakil Presiden RI.

Acara peresmian tersebut digelar di Puskesmas Balisoan, Kecamatan Sahu, yang dihadiri langsung oleh Bupati Halmahera Barat James Uang, Kepala Dinas Kesehatan Novelheins Sakalaty, jajaran DPRD, Tim Penggerak PKK, serta unsur Forkopimda, para kepala Puskesmas dan jajarannya.

Dalam laporannya, Kadis Kesehatan Halbar, Novelheins Sakalaty, menyampaikan bahwa dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) terus meningkat signifikan. Alokasi DAK Fisik bidang kesehatan tahun 2025 melonjak hingga Rp32,5 miliar. Secara akumulatif sejak 2021 hingga 2025, investasi DAK Fisik Halbar mencapai Rp71,2 miliar dan DAK Non-Fisik menyentuh Rp171,4 miliar.

“Anggaran ini difokuskan untuk pembangunan infrastruktur Puskesmas dan pengadaan sarana prasarana, guna memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang lebih mudah diakses dan berkualitas,” ucap Novelheins.

Saat ini, 13 dari 15 Puskesmas di Halbar telah dilengkapi alat ultrasonografi (USG) untuk deteksi dini kesehatan ibu hamil, disokong oleh tambahan 11 unit ambulans baru. Fasilitas rujukan di RSUD Jailolo pun kian mumpuni dengan izin resmi BAPETEN untuk pengoperasian CT Scan dan Mamografi, bahkan siap menerima pasien rujukan dari Ternate dan Tidore.

Sektor kesehatan Halbar juga menorehkan prestasi gemilang. Halbar menduduki peringkat kedua dari 10 kabupaten/kota di Maluku Utara untuk capaian akses cek kesehatan gratis (39,35%). Selain itu, Halbar secara resmi dinyatakan bebas dari malaria dan kusta.

“Keluhan malaria di masyarakat sudah tidak ada lagi sejak 2023. Sertifikat Eliminasi Kusta bahkan diserahkan langsung oleh Kementerian Kesehatan di Ibu Kota Nusantara (IKN),” tambah Novelheins, seraya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tenaga kesehatan sebagai pahlawan kemanusiaan.

Menanggapi capaian tersebut, Bupati James Uang menegaskan bahwa peresmian gedung baru dan peringatan HUT ke-81 RI harus dijadikan momentum evaluasi dan refleksi total atas pelayanan publik di Halbar.

“Peringatan HUT RI bukan sekadar acara seremonial atau hiburan semata, melainkan momentum refleksi bersama. Di usia kemerdekaan ini, kita harus terus mengintrospeksi diri: apakah pelayanan kesehatan kita sudah dirasakan dengan baik oleh seluruh masyarakat?” tegas James.

Bupati turut mengapresiasi kinerja jajaran RSUD yang berhasil mengatasi kelangkaan obat-obatan, serta menginstruksikan peningkatan keramahan dan kepekaan petugas medis, terutama di Unit Gawat Darurat (UGD).

“Pelayanan kesehatan adalah pelayanan jasa. Sikap ramah, kesiapan menyapa, dan kecepatan merespons pasien sangat menentukan kenyamanan warga. Jangan lagi ada keluhan marah-marah kepada pasien,” imbaunya.

Guna menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah tekanan fiskal daerah, Bupati menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk terus aktif mengawal dan menjemput alokasi program dari kementerian pusat di Jakarta demi mewujudkan program ‘Halbar Sehat’ secara menyeluruh. (adi/tan)