JAILOLO, NUANSA — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Desa Hijrah, Kecamatan Sidangoli, Kabupaten Halmahera Barat, berhasil dipadamkan melalui penanganan bersama tim gabungan dan masyarakat.
Respons cepat di lapangan berhasil mengendalikan api sehingga tidak meluas ke kawasan permukiman warga yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kebakaran.
Meski api telah padam, langkah pencegahan terus dilakukan. Selama tiga hari ke depan, tim gabungan dari Dinas PUPR, BPBD, dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara akan melakukan penyiraman dan pemantauan di kawasan yang kering serta titik-titik yang berpotensi terjadi kebakaran.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga agar bara atau titik panas yang masih berpotensi muncul dapat segera ditangani, sekaligus mencegah terjadinya kebakaran berulan.
Penanganan ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan dan respons bersama memungkinkan potensi Karhutla ditangani sejak dini sebelum berkembang dan meluas. Pemantauan akan terus dilakukan terhadap kondisi kawasan yang dinilai rawan.
Masyarakat juga diimbau tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api di kawasan yang berpotensi terbakar.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengapresiasi seluruh unsur dan masyarakat yang telah bergerak bersama dalam penanganan Karhutla di Sidangoli.
Api telah padam. Namun kewaspadaan tetap menyala. (tan)
