google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wagub Maluku Utara Dorong Literasi Keuangan Syariah 

TERNATE, NUANSA – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, resmi membuka kegiatan Training of Trainers (ToT) Pasar Modal Syariah yang dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan Malut, Rabu (2/9) di Bela Hotel, Ternate.

Kegiatan ini bertujuan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh elemen masyarakat terkait pasar modal syariah dalam meningkatkan pemahaman literasi keuangan di Provinsi Maluku Utara.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sarbin mengatakan, kegiatan ini sangat penting karena mendorong kesadaran masyarakat agar lebih cerdas memahami literasi produk modal syariah.

“Saat ini kita seringkali diperhadapkan dengan investasi bodong yang sempat viral belakangan ini, sehingga diperlukan adanya penguatan literasi ke masyarakat,” katanya.

“Investasi tidak hanya soal sekadar memperoleh keuntungan, tetapi aspek mendasarnya ialah bagaimana kita memperoleh pemahaman secara utuh mengenai investasi,” sambungnya.

Pengembangan literasi pasar modal syariah di Maluku Utara dinilai strategis karena sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Sarbin juga mengapresiasi kepada OJK atas terlaksananya kegiatan sosialisasi tersebut. Ia juga berharap semua pihak terus melakukan gerakan bersama dalam memberikan pemahaman literasi melalui informasi yang akurat dan terpercaya sehingga tidak merugikan masyarakat.

Sementara itu, Kepala OJK Malut, Adi Surahmat, dalam laporannya mengatakan kegiatan sosialisasi ini dalam rangka untuk pengembangan pasar modal. Sosialisasi ini juga melibatkan 280 peserta yang melibatkan pihak manajemen, Bank Indonesia, mahasiswa, dan pelajar.

Menurutnya, Maluku Utara masih sangat rendah terkait dengan literasi keuangan. Tercatat 10,94 persen tidak terlalu tinggi dibandingkan secara nasional 13,24 persen, sehingga dari 38 provinsi di Indonesia, Maluku Utara menempati posisi ke 20.

Olehnya itu, kegiatan hari ini dinilai sangat penting karena mendorong pendalaman pasar modal dan peningkatan kompetensi SDM.

“Kami berharap generasi muda saat ini dapat melihat investasi syariah dengan baik dan positif ke depan,” ujar Adi.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan suatu literasi keuangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, OJK dan Bank Indonesia semata, melainkan menjadi tanggung jawab semua pihak.

“Semoga melalui kegiatan hari ini dapat mendorong peningkatan literasi dan inklusif keuangan kepada seluruh masyarakat di Maluku Utara,” tandasnya. (tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version