TIDORE, NUANSA – Dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia di bidang pendidikan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bersama DPRD Kota Tidore menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait kerja sama antara Pemkot Tidore dengan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU). Rapat tersebut berlangsung di ruang rapat DPRD Kota Tidore, Rabu (2/9).
Rapat dengar pendapat ini membahas rencana pendirian Fakultas Kedokteran Gigi dan Mulut yang nantinya akan dilakukan oleh UMMU di Kota Tidore dalam memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan di Maluku Utara, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap kehadiran institusi pendidikan tinggi kedokteran di daerah.
Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Tidore Ade Kama, didampingi Wali Kota Tidore Muhammad Sinen, Wakil Ketua Ridwan Moh Yamin, Wakil Ketua II Asma Ismail, Rektor UMMU Prof Ranita Rope, serta diikuti oleh para Anggota DPRD Kota Tidore, Sekretaris Daerah Kota Tidore Ismail Dukomalamo, para asisten sekda, dan pimpinan OPD terkait.
Wali Kota Tidore, Muhammad Sinen, meminta dukungan penuh DPRD untuk segera tindaklanjuti dan dibahas, karena pemerintah daerah dan DPRD adalah dua lembaga yang memiliki satu tujuan yakni memberikan kesejahteraan kepada seluruh masyarakat.
“Perjanjian kerja sama ini juga membutuhkan dukungan dari DPRD karena penyelenggaraan pemerintahan daerah ini bukan hanya ada Wali Kota dan Wakil Wali Kota, akan tetapi kita juga harus menunggu persetujuan DPRD ketika segala perjanjian kerja sama ini berlaku lebih dari tiga tahun, harus melewati persetujuan DPRD. Semoga niat baik ini tetap terselenggarakan dengan baik dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Tidore maupun masyarakat Maluku Utara pada umumnya,” ujar Muhammad Sinen.
Ia juga berharap agar kerja sama ini bukan hanya sekadar tanda tangan di atas kertas, akan tetapi action dari UMMU ini benar-benar memberikan ruang agar anak-anak Tidore yang bercita-cita melanjutkan studi di kedokteran gigi ke depan tidak lagi keluar daerah namun bisa ditempuh di Kota Tidore.
“Semoga ini menjadi awal yang baik karena kalau DPRD juga mendukung, saya pikir ini menjadi langkah awal untuk sama-sama mendukung sehingga Fakultas Kedokteran dan Gigi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara ini dapat dilaksanakan dengan baik,” harapnya.
Meski saat ini bangunan permanennya belum dibangun, namun sarana prasarana yang menyangkut dengan Fakultas Kedokteran Gigi dan Mulut ini sudah ada. Saat ini laboratorium kesehatan (labkes) dan gedung kantor perpustakaan lama akan digunakan sebagai ruang belajar para mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Maluku Utara.
Ketua DPRD Kota Tidore, Ade Kama, menegaskan bahwa DPRD dan pemerintah daerah akan terus mendukung dan sangat merespons dengan baik ketika segala sesuatu yang menyangkut dengan kesejahteraan masyarakat, dan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Tidore.
“Kami akan mendukung dan segera melakukan pembahasan secara internal untuk membobotkan nilai kerja sama tersebut, sehingga Fakultas Kedokteran Gigi dan Mulut ini bisa terlaksana dengan baik,” kata Ade Kama.
Sementara itu, Rektor UMMU, Prof Ranita Rope, mengatakan bahwa Universitas Muhammadiyah telah berkomitmen membangun Fakultas Kedokteran Gigi dan Mulut di Kota Tidore yang nantinya akan menjadi kampus kedua UMMU. Tentunya, bagi dia, dibutuhkan dukungan dan kolaborasi yang aktif sehingga rencana ini dapat terselesaikan dengan baik.
“Saat ini bangunan fisiknya mungkin belum ada namun segala material maupun sarana prasarana yang berkaitan dengan fakultas kedokteran ini telah disiapkan oleh Universitas Muhammadiyah dan saat ini juga beberapa sarana prasarana juga sudah ada di labkesda milik Pemkot Tidore, namun ada beberapa sarana yang masih dalam proses pengiriman,” kata dia.
Ranita juga berharap, dengan adanya pertemuan dengar pendapat bersama DPRD ini menjadi sebuah langkah yang lebih baik terkait kerja sama ini. Dan berharap ke depan dapat memberikan manfaat yang baik untuk generasi Kota Tidore maupun Maluku Utara.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan DPRD Kota Tidore yang sangat memberikan ruang bagi UMMU untuk berkembang di Tidore. Semoga perjanjian kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat Kota Tidore, khususnya kepada para anak muda yang ingin melanjutkan studi kedokteran gigi dan mulut ini,” ujar Ranita.
Sekadar diketahui, rencana pendirian Kampus II Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Fakultas Kedokteran Gigi dan Mulut di Kota Tidore ini akan terdapat dua program studi yakni Program Studi Kedokteran Gigi dan Mulut (S1) dan program profesi untuk mendapat gelar Dokter Gigi. (tan)
