WEDA, NUANSA — Baru sehari merayakan hari jadi perusahaan dengan narasi menjaga kelestarian lingkungan di kawasan tambang, PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) justru kembali menjadi sorotan. Masyarakat Desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, dikejutkan dengan kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi hingga hampir menutupi sebagian wilayah desa, Senin (31/8).
Kebakaran tersebut diduga melanda tumpukan ribuan ban bekas kendaraan perusahaan. Api dilaporkan mulai terlihat sekitar pukul 05.00 WIT dan hingga saat ini belum juga berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Kepulan asap hitam yang terus membubung membuat warga sekitar mempertanyakan kondisi keselamatan dan dampak lingkungan dari kebakaran tersebut. Terlebih, lokasi kejadian berada di kawasan industri yang aktivitas kendaraannya cukup tinggi.
Salah seorang warga, Ruslan, mengatakan bahwa kebakaran tersebut hingga kini masih berlangsung. Menurutnya, upaya pemadaman yang dilakukan pihak perusahaan belum mampu sepenuhnya mengatasi kobaran api.
“PT IWIP sendiri tidak mampu memadamkan kebakaran api tersebut,” kata Ruslan.
Kondisi ini menjadi perhatian serius masyarakat. Sebab, baru sehari sebelumnya perusahaan merayakan hari jadinya dengan membawa pesan tentang komitmen menjaga kelestarian lingkungan di kawasan tambang.
Namun, sehari setelah perayaan tersebut, masyarakat justru disuguhi pemandangan kepulan asap hitam dari ribuan ban bekas yang terbakar.
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan publik: sejauh mana kesiapan perusahaan dalam mengelola limbah atau material bekas, khususnya ban kendaraan dalam jumlah besar? Bagaimana standar keselamatan dan pencegahan kebakaran diterapkan di kawasan industri tersebut?
Selain itu, masyarakat juga berhak mendapatkan penjelasan mengenai potensi dampak asap hasil pembakaran ban terhadap kualitas udara dan lingkungan sekitar.
Hingga berita ini ditayangkan, penyebab pasti kebakaran serta langkah penanganan dan pengendalian dampak lingkungan dari kejadian tersebut masih perlu mendapat penjelasan resmi dari pihak PT IWIP maupun instansi terkait.
Masyarakat berharap perusahaan tidak hanya berbicara tentang kelestarian lingkungan dalam momentum seremonial, tetapi juga mampu membuktikannya melalui tindakan nyata ketika persoalan lingkungan terjadi di lapangan. (tr1/tan)
