Daerah  

Pemkab Halbar Serahkan Aset Pelabuhan Jailolo ke KUPP, Pengembangan Pelabuhan Dodinga Didorong Lewat APBN

JAILOLO, NUANSA — Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat resmi menyerahkan sejumlah aset daerah yang berada di kawasan Pelabuhan Jailolo kepada Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Jailolo. Penyerahan dilakukan di Ruang Rapat Bupati Halmahera Barat, Rabu (16/9), guna mendukung optimalisasi pengelolaan aset sekaligus memperkuat rencana pengembangan infrastruktur transportasi laut di daerah tersebut.

Kepala UPP Kelas III Jailolo, Rosihan Gamtjim, menjelaskan penyerahan aset ini merupakan wujud dukungan pemerintah daerah terhadap pengelolaan kawasan pelabuhan. Terdapat sejumlah aset milik pemerintah daerah yang lokasinya berdekatan bahkan beririsan dengan aset pelabuhan, sehingga perlu ditata agar pengembangan kawasan dapat dilakukan secara terintegrasi.

“Kami dipercayakan oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat untuk menerima hibah aset yang ada di Pelabuhan Jailolo, yaitu fasilitas dermaga perla yang berdekatan dengan aset kami. Setelah mempertimbangkan kebutuhan jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang, terdapat dua aset yang beririsan sehingga saya berkoordinasi dengan Bapak Bupati agar diserahkan kepada kami untuk pengembangannya lebih optimal,” ujar Rosihan.

Penataan aset ini juga berkaitan dengan rencana studi pengembangan Pelabuhan Jailolo yang akan dilaksanakan pada tahun ini. Menurutnya, keberadaan aset pemerintah daerah di kawasan yang menjadi objek studi perlu ditata sejak awal agar proses perencanaan dapat berjalan efektif dan memiliki kepastian pemanfaatan kawasan.

“Karena tahun ini kami ada studi untuk pengembangan Pelabuhan Jailolo, di area tersebut terdapat aset Pemda Halbar sehingga akan cukup sulit apabila belum ditata. Jadi, poin dasarnya adalah serah terima aset agar proses pengembangan pelabuhan ke depan dapat dilakukan secara lebih optimal,” jelasnya.

Selain Pelabuhan Jailolo, Rosihan juga menyoroti pengembangan Pelabuhan Dodinga yang dinilai memerlukan kajian teknis serta alokasi anggaran yang besar. Mengingat kondisi fiskal daerah yang terbatas, ia menilai keterlibatan pemerintah pusat sangat diperlukan agar rencana tersebut dapat berjalan matang dan berkelanjutan.

“Untuk Pelabuhan Dodinga, tentu membutuhkan kajian dan dana yang besar. Karena itu, lebih baik apabila pelabuhan tersebut diserahkan kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan perhatian khusus agar dapat dikembangkan, apalagi fiskal daerah sekarang cukup terbatas,” katanya.

Pihaknya berkomitmen mendorong kebutuhan pengembangan kedua pelabuhan tersebut masuk dalam perencanaan dan penganggaran pemerintah pusat melalui koordinasi serta kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Halbar dan pemangku kepentingan terkait.

“Saya berupaya memasukkannya ke dalam APBN. Insyaallah saya siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan Pelabuhan Dodinga maupun Jailolo. Kami akan berupaya semaksimal mungkin melalui kerja sama dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait di Halmahera Barat ke depan,” tegas Rosihan.

Sementara itu, Bupati Halbar James Uang menyampaikan apresiasi kepada UPP Kelas III Jailolo atas kerja sama yang terjalin dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah. Sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui sektor perhubungan dinilai menjadi kunci mempercepat peningkatan fasilitas publik di wilayah ini.

“Atas nama Pemerintah Daerah Halmahera Barat, saya menyampaikan terima kasih kepada UPP Jailolo atas kerja samanya sehingga beberapa program besar yang kami bawa dalam kepemimpinan JUJUR dapat berjalan dengan baik. Demi pengembangan ke depan, Pemerintah Daerah akan terus mendukung pengembangan Pelabuhan Jailolo,” ucap James.

Ia menjelaskan, pengembangan Pelabuhan Jailolo mencakup rencana perpanjangan dermaga sekitar 50 meter sekaligus pelebaran fasilitas pelabuhan. Peningkatan ini diharapkan memperkuat kapasitas pelayanan dan menyediakan sarana transportasi laut yang lebih memadai bagi masyarakat.

“Pelabuhan Jailolo nantinya akan diperpanjang kurang lebih 50 meter lagi dan juga diperlebar. Tentu ini dalam rangka menyiapkan sarana dan fasilitas umum bagi masyarakat Halmahera Barat dengan Pelabuhan Jailolo yang semakin baik. Insyaallah ke depan kapal-kapal Pelni juga bisa singgah di Pelabuhan Jailolo,” harapnya.

James menegaskan, pengembangan kawasan pelabuhan merupakan bagian dari kolaborasi pembangunan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah. Penataan kawasan Festival Teluk Jailolo (FTJ) yang direncanakan masuk tahap tender pada November mendatang juga akan disinergikan dengan pengembangan kawasan pelabuhan.

“Penyerahan dua aset ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Halmahera Barat yang lebih baik. Jika kawasan Pelabuhan Jailolo dan FTJ nantinya terhubung, tentu akan semakin memperkuat wajah Jailolo sebagai ibu kota kabupaten. Kami berharap pengelolaan aset ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkas James. (adi/tan)