Daerah  

Penataan Kawasan FTJ Sempat Tertunda: Kini Dokumen Tuntas, Tender Dini Direncanakan November

Fachlis Sangkali.

JAILOLO, NUANSA — Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Halmahera Barat, Fachlis Sangkali, mengungkapkan terkait belum terealisasinya pembangunan dan penataan kawasan Festival Teluk Jailolo (FTJ) yang dinantikan masyarakat. Ia menegaskan seluruh perencanaan telah selesai, penundaan murni terkait penyesuaian anggaran dan harga material.

Fachlis menjelaskan, proyek penataan kawasan FTJ awalnya direncanakan masuk proses tender pada tahun 2025. Namun saat memasuki tahap pelaksanaan, kebijakan efisiensi anggaran di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum turut berdampak pada penundaan program ini.

“Kemudian kegiatan ini direncanakan kembali untuk dilaksanakan pada Juni 2026. Namun kondisi keuangan Kementerian PU RI saat itu belum memungkinkan untuk proses tender, sehingga kembali tertunda,” ujar Fachlis, Rabu (16/9).

Ia menegaskan, keterlambatan ini bukan akibat ketidaksiapan perencanaan maupun kelalaian Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat. Seluruh dokumen perencanaan telah tuntas diselesaikan sesuai ketentuan dan siap dieksekusi segera setelah dukungan anggaran tersedia.

Saat ini Pemkab Halbar terus berkoordinasi secara intensif dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW/BPBPK) Maluku Utara. Hasil pertemuan terakhir, proses tender dini penataan kawasan FTJ direncanakan digelar pada November mendatang.

“Namun pihak balai meminta dilakukan survei ulang harga bahan dan material di wilayah Maluku Utara. Hal ini diperlukan karena terjadi kenaikan harga berbagai bahan konstruksi dibandingkan data perencanaan tahun 2025,” jelasnya.

Hasil survei tersebut nantinya menjadi dasar peninjauan dan penyesuaian nilai anggaran agar sesuai dengan harga riil di lapangan, sehingga pelaksanaan proyek dapat berjalan lancar tanpa kendala biaya.

Fachlis menyampaikan pemahaman atas harapan masyarakat yang menginginkan kawasan FTJ segera terwujud sebagai ikon pariwisata daerah. Pihaknya berkomitmen terus mengawal proses ini hingga terealisasi dan akan menyampaikan setiap perkembangan terbaru secara terbuka dan transparan kepada publik.

“Kami memahami antusiasme masyarakat. Penataan FTJ adalah kebanggaan bersama, dan kami pastikan terus berupaya agar program ini dapat segera diwujudkan,” pungkas Fachlis. (adi/tan)