DARUBA, NUANSA – Sebanyak 14 desa di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, akan menjadi lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada 2026. Ke-14 desa tersebut yakni Daruba, Mandiri, Cucumare, Tiley, Wayabula, Posi-Posi, Titigogoli, Pangeo, Maba, Loleo Jaya, Mira, Juanga, Kolorai, dan Gorua.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pulau Morotai, Muchsin Hi Umar, mengatakan seluruh desa tersebut telah lolos tahapan kontrak sehingga pembangunan dapat mulai dikerjakan tahun ini. “Hari ini akan ada penyerahan lokasi Kampung Nelayan dari desa ke pihak kontraktor untuk selanjutnya dilakukan pembangunan,” ujar Muchsin kepada Nuansa Media Grup (NMG), Selasa (22/9/2026).
Menurut Muchsin, 14 desa tersebut sebelumnya diajukan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan. Meski demikian, masih terdapat sejumlah kelengkapan yang perlu diselesaikan.
Desa Kolorai, misalnya, masih membutuhkan satu dokumen dari pemerintah desa. Sementara di Desa Gorua terdapat persoalan lahan sehingga lokasi pembangunan kemungkinan dipindahkan dari Gorua Utara ke Gorua Selatan. “Hanya saja beberapa desa seperti Desa Kolorai itu cuma butuh satu dokumen lagi dari desa. Kemudian Desa Gorua juga masih ada masalah lahan, jadi kemungkinan dipindahkan dari Gorua Utara ke Gorua Selatan,” jelasnya.
Muchsin menambahkan, pembangunan KNMP diharapkan dapat menjadi salah satu sarana pendukung dalam pengelolaan hasil laut di Kabupaten Pulau Morotai. Berbagai fasilitas yang dibangun juga diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar kawasan. “Ini menjadi peluang untuk warga di desa, terutama pelaku UMKM setempat. Semoga pembangunan kampung nelayan ini mampu mendongkrak ekonomi masyarakat Morotai,” pungkasnya. (ula)
