google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kolaborasi Salimah Ternate Bekali Ibu-ibu Cara Ampuh Tangkis Investasi Bodong dan Pinjol

TERNATE, NUANSA – Maraknya kasus investasi bodong dan jeratan pinjaman online (pinjol) yang menyasar kaum perempuan di Ternate menjadi alarm keras bagi ketahanan ekonomi keluarga. Merespons fenomena ini, Pimpinan Daerah (PD) Salimah Kota Ternate bergerak cepat dengan menggelar Talkshow dan Workshop Keuangan yang diikuti 150 peserta dari organisasi perempuan dan Majelis Taklim se-Kota Ternate di Aula BPVP Ternate.

Di tengah gempuran janji manis investasi bodong yang sering kali menjerat para ibu, Salimah Ternate hadir membawa solusi nyata. Bertepatan dengan momen Bulan Inklusi Keuangan, Salimah tidak main-main dalam mengedukasi warga. Mereka berhasil menyatukan para raksasa regulator dan praktisi keuangan seperti OJK, BEI, MES, hingga Phintraco Sekuritas dalam satu panggung untuk “memagari” cuan keluarga Ternate dari skema penipuan.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Acara ini bukan sekadar duduk dan mendengarkan ceramah. Para peserta dibekali ilmu taktis mulai dari cara mengenali modus penipuan, hingga praktik langsung membuka akun investasi legal yang diawasi negara. Ini adalah langkah konkret agar ibu-ibu Ternate tidak lagi menjadi target empuk para spekulan nakal.

Ketua PD Salimah Kota Ternate, Zakiah Soleman, menekankan bahwa ibu adalah manajer keuangan keluarga yang sangat vital.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi bekal agar ke depan para ibu lebih bijak dan terhindar dari maraknya investasi bodong serta skema keuangan merugikan lainnya. Kalau ibunya cerdas, keluarga pasti selamat,” ujarnya.

Edukasi ini dibagi dalam tiga sesi mendalam yang sangat krusial bagi masyarakat:

1. Abi Suar, SE, ME dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Malut membongkar tuntas cara membentengi keluarga dari jeratan riba, arisan bodong, dan jebakan pinjol konsumtif yang sering kali berkedok kemudahan.

2. Risman Ibrahim dari OJK Malut memaparkan hak-hak masyarakat di sektor jasa keuangan dan bagaimana cara memverifikasi legalitas sebuah lembaga keuangan agar tidak terjebak “zonk“. Hingga bagaimana langkah penanganan jika terlanjur kena tipu skema investasi bodong.

3. Rahma Artika Salampessy dari BEI Cabang Maluku memperkenalkan investasi syariah di Pasar Modal Indonesia sebagai alternatif menabung yang aman dan produktif.

Tak berhenti di teori, keseruan memuncak saat sesi workshop pembukaan rekening efek yang dipandu langsung secara virtual oleh Muh Sahril G Bugis dari Phintraco Sekuritas Cabang Ambon bersama Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Unkhair. Para ibu diajak melek teknologi dan mulai berinvestasi secara legal sejak dini.

Gerakan cerdas finansial ini diharapkan menjadi bola salju yang terus bergulir di tengah masyarakat Ternate. Salimah Ternate juga membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya bagi masyarakat atau komunitas yang ingin bersinergi dalam program pemberdayaan perempuan dan keluarga. (tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version