Wagub Sarbin Buka Pelatihan JSN 45, Cetak 30 Kepsek Jadi Teladan Kebangsaan

TERNATE, NUANSA – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, secara resmi membuka Pelatihan Calon Sosialisasi Jiwa, Semangat, dan Nilai-Nilai 1945 (JSN 45) bagi kepala sekolah SMA/SMK/SLB se-Provinsi Maluku Utara Tahun 2026, Senin (28/9), di Ballroom Hotel Muara Ternate.

Kegiatan bertema “Pengabdian Tanpa Akhir, Dedikasi Tanpa Batas” ini diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Legiun Veteran Republik Indonesia (DPD LVRI) Provinsi Maluku Utara dan akan berlangsung selama 6 hari, dari 28 September hingga 3 Oktober 2026. Acara pembukaan diawali dengan pemutaran video “Pesan Api Perjuangan 45” untuk generasi penerus bangsa.

Turut hadir Ketua DPD LVRI Maluku Utara yang juga mantan Gubernur Maluku periode 2003–2013, Brigjen TNI (Purn) Karel Albert Ralahalu; Tim Pelatih DPP LVRI Jakarta, Rusjiono beserta jajaran; unsur Forkopimda Maluku Utara; perwakilan Kesultanan Ternate; Ketua MUI Malut, Samlan Hi Ahmad; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah; Karo Adpim Setda Malut, M Ali Fataruba; para veteran; serta 30 peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Sarbin menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada DPD LVRI Maluku Utara yang telah menggagas kegiatan penting ini. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, melainkan ikhtiar bersama untuk merawat ingatan sejarah, memperkokoh karakter kebangsaan, dan memastikan nilai-nilai perjuangan para pendahulu bangsa tetap hidup dalam diri generasi penerus.

Wagub menegaskan bahwa kemerdekaan yang dirasakan hari ini adalah amanah yang harus diisi dengan kerja keras, persatuan, pendidikan yang berkualitas, dan pembangunan yang berkeadilan berlandaskan Pancasila serta UUD 1945. Dalam hal ini, kepala sekolah memiliki posisi yang amat strategis. Sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan juga tempat membentuk manusia, tempat anak-anak belajar disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kepemimpinan, toleransi, dan kerja sama. Oleh karena itu, kepala sekolah tidak hanya dituntut menjadi administrator pendidikan, tetapi harus menjadi pemimpin karakter dan teladan kebangsaan bagi seluruh warga sekolah.

“Perjuangan kita hari ini adalah memastikan anak-anak Maluku Utara memiliki pendidikan yang berkualitas, membangun generasi yang berkarakter, mencegah generasi muda kehilangan jati diri, dan memastikan kemajuan teknologi tidak membuat mereka kehilangan nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Nilai perjuangan tidak boleh berhenti sebagai nostalgia masa lalu, tetapi harus diterjemahkan menjadi etos belajar, etos bekerja, etos melayani, dan etos membangun bangsa. Inilah makna Semangat 45 dalam konteks kekinian,” ujar Sarbin.

Ia juga menekankan bahwa semangat kebangsaan Indonesia terdiri atas Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945, ditambah nilai agama serta kearifan lokal. Jika dipadukan dan tidak dibenturkan satu sama lain, Indonesia akan terus jaya.

“Kita bangga memiliki veteran yang telah mengorbankan jiwa raganya demi kemerdekaan. Seragam terhormat yang kita gunakan hari ini ada karena keringat dan tetesan darah mereka pada masa lalu,” katanya.

Untuk itu, Sarbin berharap para kepala sekolah menjadi benteng utama pembentukan karakter kebangsaan dan membudayakan penghormatan terhadap nilai kebangsaan, seperti menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dengan khidmat setiap pukul 10.00 WIT di seluruh satuan pendidikan.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Karel Albert Ralahalu dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan pelaksanaan Program Kerja DPP LVRI periode 2022–2027 tentang pewarisan JSN 45. Peserta berjumlah 30 kepala SMA/SMK/SLB se-Maluku Utara, dengan tim pelatih dan panitia penyelenggara sebanyak 43 orang dari DPP LVRI Jakarta serta DPD LVRI Maluku Utara. Tujuan pelatihan ini agar peserta memahami JSN 45 dan mampu mewariskannya kepada generasi penerus bangsa.

Materi yang diberikan meliputi Pedoman Pewarisan JSN 45, Pancasila dan UUD 1945, Ketahanan Nasional, Sejarah Perjuangan Kemerdekaan RI, Nilai-Nilai Kejuangan 45, Pengantar Diskusi dan Praktik Sosialisasi, serta Teknik Kerangka Sosialisasi. Metode yang digunakan adalah diskusi kelas kecil, sedang, dan besar; praktik sosialisasi; pre-test dan post-test; serta evaluasi. Seluruh dukungan konsumsi, akomodasi, transportasi, dan perlengkapan pelatihan didukung penuh oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Rangkaian acara pembukaan diakhiri dengan penyematan tanda pelatih dan peserta pelatihan kepada perwakilan peserta oleh wakil gubernur, lalu dilanjutkan dengan sesi foto bersama. (tan)