NUANSA, TERNATE — Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara terus memacu pembangunan bangunan pengendali sedimen (sabo dam) di Kota Ternate. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi ancaman banjir bandang dan aliran material debris dari lereng Gunung Gamalama saat memasuki musim penghujan pada akhir tahun.
Dua titik utama yang kini menjadi fokus pengerjaan berada di Kelurahan Kastela dan Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan.
Pejabat Pembuat Komitmen Sungai dan Pantai (PPK-SP) II BWS Malut, Irwan, mengungkapkan pembangunan sabo dam di Kelurahan Kastela saat ini telah mencapai progres 75 persen, sementara di Kelurahan Sasa sudah menyentuh 86 persen.
“Pembangunan sabo dam Kastela terus dikebut sebelum memasuki musim penghujan. Seperti kita ketahui, Ternate memiliki karakteristik geografis dengan sejumlah barangka (aliran sungai) yang rawan ancaman banjir bandang berulang,” ujar Irwan, Minggu (4/10/2026).
Untuk pengerjaan di Kelurahan Sasa, tim di lapangan tengah fokus menyelesaikan bagian sambungan konstruksi. Tahap ini dinilai krusial untuk memastikan seluruh struktur terhubung sempurna dan berfungsi optimal dalam menahan serta mengendapkan sedimen dari hilir.
Irwan menegaskan, percepatan ini dibarengi pengawasan ketat dari konsultan supervisi, direksi, dan tim pengawas lapangan agar seluruh spesifikasi teknis terpenuhi.
“BWS Maluku Utara berkomitmen mempercepat penyelesaian infrastruktur sumber daya air ini demi memberikan rasa aman dan perlindungan maksimal bagi masyarakat dari risiko bencana,” pungkasnya. (cep)
