Daerah  

Atasi Kekeringan, Pengairan Lahan Sawah di Lembah Asri dan Wairoro Halteng Mulai Berjalan

NUANSA, WEDA — Penanganan kekeringan lahan pertanian di wilayah kawasan transmigrasi SP1 Desa Lembah Asri dan SP2 Desa Wairoro, Kecamatan Weda Selatan, Halmahera Tengah, Maluku Utara, terus diintensifkan. Upaya pengairan sawah kini tengah berjalan dengan dukungan teknis dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara.

Kepala Desa Lembah Asri, Ambo Tenri, menyampaikan bahwa upaya pengairan lahan persawahan warga di wilayahnya dilakukan dengan mengalirkan air dari Bendung Kali Telope. Di Desa Lembah Asri, terdapat lebih dari 43 hektare lahan pertanian terdampak yang tersebar di empat titik lokasi.

“Pengairan sudah mulai berjalan sejak kemarin sore (Kamis). Air dialirkan dari Bendung Kali Telope untuk membasahi area persawahan. Meski debit air saat ini masih kecil, penanganan terus kami maksimalkan agar seluruh petak lahan bisa teraliri,” ujar Ambo.

Sementara itu, untuk kawasan SP2 Desa Wairoro, penanganan kekeringan mencakup sekitar 15 hektare lahan pertanian. Berdasarkan hasil monitoring BWS Maluku Utara bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan kelompok tani setempat, dari total 15 hektare lahan tersebut, sebanyak 3 hektare telah memasuki masa panen, 1 hektare berada pada fase generatif (pengisian bulir), dan 11 hektare sisanya masih dalam fase vegetatif.

Untuk mempercepat penyaluran air dan meminimalkan dampak kekeringan, BWS Maluku Utara menyiagakan dua unit pompa Alkon beserta selang karet sepanjang 400 meter.

Guna menjamin kelancaran operasional pompa di lapangan, BWS juga menyiapkan dukungan pasokan bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 25 liter setiap tiga hari. Langkah ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan air secara berkelanjutan, terutama bagi tanaman padi yang masih membutuhkan pasokan air pada fase pertumbuhan dan pengisian bulir.

Ketua Kelompok Tani Muchlisin, bersama PPL Rohim, terus melakukan pendampingan kepada para petani di lapangan agar pembagian air dapat terdistribusi secara merata di seluruh kelompok tani kawasan transmigrasi tersebut.

Selain itu, BWS Malut juga menyerahkan satu unit mesin pompa untuk membantu mengaliri air ke lahan warga di Desa Lembah Asri. Kades Lembah Asri Ambo Tenri, mengatakan bahwa bantuan tersebut sangat membantu warga untuk mengatasi masalah kekeringan yang terjadi.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden, atas bantuan yang sudah diberikan ini. Kami juga berterima kasih kepada Bapak Kepala BWS atas bantuan mesin pompa ini. Mesin ini sangat membantu kami dalam mengaliri air di Desa Lembah Asri,” pungkas Ambo. (cep)