TERNATE, NUANSA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Ternate dan sekitarnya dalam kondisi aman. Stok di Fuel Terminal (FT) Ternate memiliki ketahanan sekitar 6–16 hari dan akan terus bertambah seiring kedatangan kapal suplai yang telah dijadwalkan.
Kepastian tersebut diketahui saat Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, bersama jajaran terkait melakukan kunjungan ke FT Ternate, Minggu (18/10), untuk memantau kondisi stok dan pasokan BBM.
Wakil Gubernur Sarbin Sehe menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga ketersediaan BBM dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan energi secara berkelanjutan.
“Pemerintah Provinsi Maluku Utara ingin memastikan masyarakat tetap tenang karena ketersediaan BBM di Ternate dan sekitarnya dalam kondisi aman. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga kelancaran pasokan dan distribusi. Masyarakat diharapkan tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru dapat memicu antrean,” ujar Sarbin.
Dari sisi ketersediaan energi, Kepala Dinas ESDM Maluku Utara, Abdul Karim Usman, menjelaskan stok BBM di FT Ternate saat ini memiliki ketahanan sekitar 6–16 hari. Pasokan berikutnya juga telah dijadwalkan untuk menjaga kesinambungan distribusi.
“Berdasarkan pemantauan di FT Ternate pada 18 Oktober, stok BBM memiliki ketahanan sekitar 6–16 hari. Pasokan berikutnya dijadwalkan tiba melalui kapal MT PIS Cepu pada 21 Oktober dan MT Klawotong pada 23 Oktober 2026. Dengan tambahan pasokan tersebut, kami berharap ketersediaan BBM dan kelancaran distribusi di Ternate dan sekitarnya tetap terjaga,” katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku Utara, M Ronny Saleh, mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
Menurutnya, ketersediaan BBM yang terjaga turut mendukung kelancaran aktivitas perdagangan, transportasi, dan kegiatan ekonomi masyarakat. Karena itu, perilaku konsumen yang bijak diperlukan agar distribusi BBM dapat berjalan dengan baik.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan tidak melakukan panic buying. Gunakan kendaraan secara bijak serta jangan mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Dengan begitu, aktivitas ekonomi dan perdagangan masyarakat dapat terus berjalan normal,” imbuh Ronny.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengajak masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak perlu khawatir secara berlebihan terhadap ketersediaan BBM. Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi resmi dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif.
Dengan stok yang tersedia serta kedatangan kapal suplai sesuai jadwal, pemerintah berharap kebutuhan BBM masyarakat di Kota Ternate dan sekitarnya tetap terpenuhi dan distribusi berlangsung lancar. (tan)
