TERNATE, NUANSA – Provinsi Maluku Utara menjadi salah satu provinsi pertama di Indonesia yang melakukan launching layanan Telestroke. Hal ini diketahui setelah dilaksanakannya kegiatan workshop code stroke dan trombolisis sekaligus penandatangan perjanjian kerja sama antara Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) bersama dengan 11 RSUD di 10 kabupaten/kota se-Provinsi Maluku Utara pada Jumat (30/10) bertempat di Hotel Bella, Ternate.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mengapresiasi Kementerian Kesehatan dan pihak Rumah Sakit Pusat Otak Nasional yang telah menjalin kerja sama melalui launching layanan Telestroke bersama dengan 11 RSUD yang terdapat di Maluku Utara.
“Saya sangat mengapresiasi karena Maluku Utara terpilih sebagai tempat pertama melaunching layanan Telestroke,” ucap Sherly.
Menurutnya, layanan kesehatan menjadi komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara, sehingga dirinya menekankan komitmen tersebut harus didukung sepenuhnya oleh Dinas Kesehatan dan para Dirut RSUD.
Sherly juga mengingatkan tiga pesan penting dalam mendukung layanan Telestroke tersebut. Pertama, Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota harus memetakan jalur rujukan stroke, termasuk puskemas, ambulance, transportasi yang dapat menghubungkan warga di pulau-pulau dengan rumah sakit penerima, mengingat Maluku Utara merupakan daerah kepulauan.
Kedua, pastikan kepada setiap petugas baik di level desa agar dapat mengetahui secara detail, sehingga pasca launching layanan Telestroke tidak ada lagi keluarga pasien yang mencari tahu bagaimana cara mendapatkan pelayanan.
Ketiga, semua RSUD diminta melakukan audit kesiapan. Terutama kesediaan para dokter, CT Scan, ketersediaan obat, koneksi internet dan sistem konsultasi spesialis.
“Jika para dokter kurang, segera berkoordinasi dengan pihak Kemenkes terutama direktur yang menangani bidang SDM,” tegas Sherly.
Sherly juga mengingatkan terkait standar keberhasilan bukan dilihat dari SOP yang sudah dicetak maupun layanan Telestroke yang telah dilauching, melainkan seberapa banyak pasien yang terselamatkan karena golden time dapat dimanfaatkan dengan baik.
Sementara itu, Direktur Pelayanan Klinis, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, Obrin Parulian, menambahkan kegiatan workshop code stroke dan trombolisis yang dilakukan oleh Rumah Sakit Pusat Otak Nasional melalui launching layanan Telestroke sebagai yang pertama di Indonesia yang dilakukan di Provinsi Maluku Utara.
Ia juga menyampaikan, kesehatan di Indonesia terdapat empat penyakit penyebab kematian terbesar yang menghabiskan spending DJSP terbesar yakni jantung, stroke, kanker dan kasus-kasus ginjal.
Menurutnya, setiap tahun sekitar 6 juta orang yang meninggal disebabkan karena stroke. Sedangkan data di Indonesia sekitar 337 ribu kematian tiap tahun. Penyakit stroke, katanya, tidak terjadi begitu saja, melainkan ada faktor risikonya.
“Faktor risiko stroke dan jantung itu karena hipertensi dan diabetes,” jelasnya.
Lanjut Obrlin Parulian, mayarakat Maluku Utara meskipun telah mencapai target 46% melakukan cek kesehatan gratis, namun hasil cek kesehatan tersebut menunjukan sekitar 0,8% penderita gula darah tinggi begitupun tekanan darah hampir 25%.
Ia berharap RSUD di kabupaten/kota lebih proaktif untuk melakukan layanan kesehatan kepada para penderita penyakit stroke.
“Kementerian Kesehatan telah menyiapkan kebutuhan sarpras dan alat kesehatan untuk penyelenggaraan layanan kesehatan,” tandasnya.










