TERNATE, NUANSA – Kehadiran Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha di Provinsi Maluku Utara membuka peluang lebih besar bagi putra-putri daerah untuk mengabdikan diri sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha, Mayjen TNI Nefra Firdaus, mengatakan bahwa dengan terbentuknya Kodam XXVIII/MKR, proses rekrutmen prajurit ke depan akan memiliki kuota tersendiri bagi putra-putri daerah, tanpa mengurangi kesempatan bagi calon prajurit dari wilayah lain
Menurutnya, Maluku Utara memiliki banyak generasi muda potensial yang memenuhi persyaratan untuk menjadi prajurit TNI. Karena itu, ia meminta dukungan insan pers untuk membantu mensosialisasikan informasi penerimaan prajurit agar menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah. “Saya minta tolong kepada rekan-rekan wartawan supaya mensosialisasikan. Tahun ini kita meminta animo hampir lima ribu prajurit yang kita harapkan, tetapi jumlah pendaftarnya masih kurang,” ujarnya. Nefra mengaku masih mempertanyakan penyebab rendahnya jumlah pendaftar. Ia menduga hal tersebut bisa disebabkan kurangnya informasi penerimaan yang menjangkau masyarakat di tingkat bawah atau adanya kendala lain.
Selain mendorong sosialisasi, Pangdam juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan seleksi dengan meminta sejumlah uang.
Ia menegaskan, seluruh proses penerimaan prajurit TNI tidak dipungut biaya, baik melalui satuan Kodam, Korem maupun perorangan. “Ingat, tidak pernah menjadi prajurit itu membayar untuk menjadi prajurit TNI. Tidak pernah satuan Kodam, Korem maupun perorangan harus membayar sepeser pun untuk menjadi prajurit,” tegasnya.
Jenderal bintang dua itu meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan praktik percaloan atau oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. Ia memastikan setiap pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku. “Kalau ada, tolong laporkan kepada saya. Pasti dapat hukuman mereka. Itu oknum yang memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan pribadi,” katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa kesempatan menjadi prajurit TNI harus diberikan kepada putra-putri terbaik bangsa, dengan memberikan prioritas kepada generasi muda asal Maluku Utara. “Prioritas untuk menjadi prajurit di Maluku Utara adalah semua pemuda-pemudi yang berasal dari Maluku Utara. Itu prioritas saya,” ungkap Nefra. Pangdam juga membantah adanya jalur khusus berbayar maupun praktik pemberian iming-iming kelulusan dalam proses penerimaan prajurit. Seluruh tahapan seleksi, kata dia, harus berjalan sesuai aturan dengan mengutamakan kualitas dan kemampuan calon prajurit.
Terpisah, Kepala Ajudan Jenderal Kodam (Kaajendam) XXVIII/Moloku Kie Raha, Letkol Caj Dhanang Arya Handhoko, mengatakan bahwa pendaftaran calon prajurit saat ini telah dibuka melalui sistem daring (online). Adapun target penerimaan terdiri atas sekitar 4.000 calon Tamtama dan 1.000 calon Bintara. “Untuk pendaftaran gelombang satu sudah dibuka. Dari data kita saat ini, yang terdaftar secara online untuk Bintara mencapai lebih dari 1.300 orang, sementara Tamtama mencapai 943 orang. Dari jumlah ini nanti kita lakukan validasi berkas kembali,” katanya.
Jadwal Pendaftaran Prajurit TNI AD Panda Ternate Tahun 2027
Berikut jadwal penerimaan calon prajurit TNI AD melalui Panda Ternate:
- Caba PK TNI AD Golongan I Tahun 2027 (Bintara)
Pendaftaran online: 1 Oktober 2026–13 Januari 2027.
Validasi berkas: 1 Oktober 2026–15 Januari 2027.
Pelaksanaan tes dimulai: 20 Desember 2026.
Lama pelaksanaan: 34 hari.
- Cata PK TNI AD Gelombang I Tahun 2027 (Tamtama)
Pendaftaran online: 1 Oktober 2026–10 Februari 2027.
Validasi berkas: 1 Oktober 2026–12 Februari 2027.
Pelaksanaan tes dimulai: 26 Desember 2026.
Lama pelaksanaan: 57 hari.
Masyarakat, khususnya generasi muda Maluku Utara, diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mempersiapkan diri dan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku. Proses penerimaan tidak dipungut biaya. (tan)
