DARUBA, NUANSA – Masyarakat Desa Sabatai Tua dan Desa Sabala, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, menggelar aksi pemalangan jalan utama, Selasa (3/11). Aksi ini buntut kebijakan pengalihan pembangunan jalan hotmix yang sebelumnya direncanakan dibangun di desa tersebut.
Warga yang kecewa pun melakukan pemalangan jalan dengan menggunakan balok kayu dan bambu. Akibatnya, aktivitas warga dari Kecamatan Morotai Timur dan Kecamatan Morotai Utara yang hendak melakukan keperluan ke pusat kota Daruba menjadi terhalangi.
Dalam aksi tersebut, anggota DPRD Morotai, Johor Boleu, juga terpantau melakukan orasi menuntut kebijakan Pemkab Morotai yang mengalihkan pembangunan jalan di desa tersebut tanpa berkoordinasi dengan pihak legislatif.
“Ketidakadilan harus kita lawan. Kita harus keluar di jalan dan menuntut bahwa keadilan itu harus diterapkan,” teriak Johor dalam orasinya.
Johor juga menyampaikan bahwa masyarakat Desa Sabatai Tua dan Sabala sudah terlalu menunggu keadilan kebijakan pemerintah daerah dalam membangun daerah.
“Kita sudah cukup sabar untuk bisa menunggu porsi-porsi keadilan itu bisa dibagi kepada masyarakat Sabatai Tua dan Sabala,” ujarnya.
“Sampai saat ini keadilan itu tidak pernah bisa diterapkan kepada kita masyarakat Sabatai Tua dan Sabala. Oleh sebab itu, saya mengajak agar keadilan itu harus kita rebut,” sambungnya menegaskan.
Hingga saat ini, jalan utama Kabupaten Pulau Morotai masih diboikot. Kendaraan yang hendak melintasi desa tersebut pun dilarang untuk melewatinya. (ula/tan)
