MABA, NUANSA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Timur resmi menyerahkan hasil reses kepada pemerintah daerah dalam Rapat Paripurna ke II yang digelar di Ruang Sidang DPRD, Senin (2/2).
Penyerahan tersebut merupakan rangkuman aspirasi serta usulan masyarakat yang dihimpun oleh para anggota DPRD selama pelaksanaan reses di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Aspirasi masyarakat mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga pelayanan publik.
Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Timur, Ricky Chairul Ricfat, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan segera melaksanakan kick off meeting perencanaan sekaligus pembahasan rencana anggaran biaya manual untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
“Dalam pembahasan RKPD 2027 nanti, hasil reses DPRD akan dimasukkan dan dipetakan sesuai dengan masing-masing dapil,” ujar Ricky.
Namun demikian, Ricky menegaskan bahwa tidak seluruh hasil reses dapat langsung diakomodir. Pemerintah daerah akan menyesuaikan usulan dengan kondisi faktual, prioritas pembangunan, serta kemampuan keuangan daerah.
“Tidak semua hasil reses harus dipenuhi. Jika semuanya diakomodir tanpa seleksi, justru akan menimbulkan kerancuan. Misalnya, satu desa meminta ambulans, maka desa lain tentu akan menuntut hal yang sama,” jelasnya.
Meski begitu, Pemkab Halmahera Timur memastikan sebagian besar aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui DPRD akan ditindaklanjuti, sepanjang selaras dengan visi dan misi bupati serta masuk dalam draf RKPD 2027.
Ricky juga menambahkan, terdapat sejumlah usulan hasil reses yang bersifat mendesak dan harus segera dimasukkan dalam perencanaan pembangunan. Sementara usulan yang memerlukan kajian lebih lanjut akan dibahas bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Yang bersifat urgensi pasti kita masukkan. Sedangkan yang membutuhkan pertimbangan lebih, akan kita diskusikan bersama OPD agar hasilnya tepat sasaran,” tandas Ricky. (tan)












