10 Kontainer Telur Tiba di Ternate, Gubernur Perkuat Pemantauan Stok Jelang Lebaran

TERNATE, NUANSA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri tetap terjaga. Hari ini Jumat (13/3), 10 kontainer telur tercatat masuk ke Kota Ternate melalui jalur distribusi dari Manado dan Surabaya untuk memperkuat pasokan di pasar.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengarahkan jajaran perangkat daerah agar memperkuat pemantauan stok dan distribusi bahan pokok di daerah, terutama komoditas yang permintaannya meningkat menjelang lebaran.

“Ada dua hal yang harus kita pastikan menjelang lebaran, yaitu ketersediaan stok dan keterjangkauan harga. Karena itu saya minta OPD terkait terus memantau distribusi di lapangan dan memperkuat koordinasi dengan para agen besar agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Sherly.

Arahan tersebut ditindaklanjuti oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama OPD terkait dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan meningkatkan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan para agen besar yang selama ini menjadi penopang distribusi telur di Kota Ternate.

Berdasarkan laporan yang dihimpun pemerintah daerah, sejumlah agen telah menerima pasokan telur dalam jumlah cukup.

Agen Hj. Umi di Takoma menerima sekitar 1.131 ikat telur yang tiba pada pagi hari dari Manado dan Surabaya. Sementara agen Asri menerima 1 kontainer berisi sekitar 884 ikat telur. Pasokan lainnya diterima oleh agen di kawasan Kampung Makassar, yakni Hj. Nani dan Hj. Anto, masing-masing sebanyak 3 kontainer telur.

Sementara agen Marto di kawasan Kelapa Pendek menerima 1 kontainer berisi sekitar 884 ikat telur.

Sebagian pasokan tersebut tiba di Pelabuhan Ternate sekitar pukul 02.00 WIT, dengan proses bongkar muat yang difasilitasi melalui koordinasi antara pemerintah daerah, KSOP, dan Dinas Perhubungan.

Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan pihak ekspedisi, Bulog, serta instansi terkait agar pengangkutan bahan pokok mendapat prioritas menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Selain telur, pemantauan juga dilakukan terhadap komoditas lain seperti beras SPHP maupun premium, minyak goreng, gula, dan Minyakita agar tetap tersedia di pasar dengan harga sesuai ketentuan.

Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok menjelang lebaran dengan akses yang cukup dan harga yang tetap terkendali. (tan)