Menhaj dan Gubernur Malut Bahas Peningkatan Layanan dan Kuota Haji

JAKARTA, NUANSA – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menerima audiensi Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos di Kantor Kementerian Haji dan Umrah RI, Jakarta, Selasa (17/3).

Pertemuan tersebut membahas peningkatan kualitas pelayanan, penguatan koordinasi, serta perluasan akses bagi jemaah haji dan umrah asal Maluku Utara.

Dalam pertemuan itu, Irfan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan jemaah memperoleh haknya selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki ekosistem pelayanan haji dan umrah, terutama bagi jemaah di wilayah Indonesia Timur,” kata Irfan.

Selain itu, pembahasan juga mencakup optimalisasi kuota haji untuk Maluku Utara, mengingat panjangnya daftar tunggu calon jemaah di daerah tersebut.

Irfan menegaskan distribusi kuota di tingkat kabupaten/kota harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Pertemuan juga menyoroti peningkatan infrastruktur pendukung serta akses transportasi bagi jemaah, baik saat keberangkatan dari daerah asal maupun selama berada di Arab Saudi.

Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara turut membahas standardisasi skrining kesehatan sesuai regulasi terbaru Pemerintah Arab Saudi.

Irfan juga menekankan pentingnya kesiapan petugas haji dalam memahami budaya dan bahasa lokal, terutama karena tingginya jumlah jemaah lanjut usia.

Sementara itu, kedua pihak sepakat memperkuat edukasi manasik haji guna meningkatkan kemandirian jemaah, termasuk pemahaman tata cara ibadah dan regulasi terbaru di Tanah Suci.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mengapresiasi respons cepat pemerintah pusat dalam mengakomodasi kebutuhan jemaah dari wilayahnya.

Ia berharap pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah bagi masyarakat Maluku Utara. (tan)