Daerah  

Produksi Tuna di Morotai Melimpah, Kapal Kontainer Terbatas 

Ikan tuna.

DARUBA, NUANSA – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mengaku jumlah kapal kontainer yang melakukan pemuatan hasil produksi ikan tuna Morotai belum cukup. Keterbatasan akses laut ini menjadi salah satu kendala paling utama dalam ekspor tuna loin ke luar negeri.

Kepala Bidang Penangkapan dan Pengawasan DKP Morotai, Muksin Hi Umar, mengatakan meski terdapat penambahan satu unit kapal kontainer, jumlah kapal yang mendistribusikan hasil laut Morotai masih terbatas.

“Kalau di Morotai saat ini kendalanya ada di kapal. Kapal sendiri kan untuk saat ini sudah ada dua, ada Temas dan Tol Laut. Ini yang juga masih jadi kendala buat torang karena masih kurang,” ujar Muksin kepada Nuansa Media Grup (NMG), Kamis (23/4).

Sehingga itu, kata Muksin, sejumlah perusahaan pembeli ikan di Morotai terpaksa melakukan pemuatan ke Tobelo, Halmahera Utara, untuk didistribusikan ke Pulau Jawa lantaran terbatasnya akses laut.

“Kalau misal ada penambahan lagi, malah lebih bagus karena otomatis akan juga meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah),” jelasnya.

Selain itu, Muksin menambahkan bahwa pengawasan di sektor pelabuhan juga masih belum maksimal. Sehingga ikan yang didistribusi di pasar lokal, seringkali tidak terdata dan merugikan pemerintah setempat.

“Kalau untuk penjualan lokal itu tidak ada masalah, hanya tinggal pengawasannya saja yang perlu diperketat. Untuk lokal ini paling banyak didistribusi ke Ternate dan Bitung. Sementara ekspor itu ke Filipina, Thailand dan Vietnam,” pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Morotai, eksport frozen yellowfin tuna loin pada triwulan pertama tahun 2026 mencapai 105,840 ton. (ula/tan)