JAILOLO, NUANSA – Aksi penipuan dengan modus mencatut nama pejabat negara kembali marak terjadi di Kabupaten Halmahera Barat. Kali ini, para pelaku menyasar identitas pejabat Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Barat untuk melancarkan aksinya melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.
Kasi Intel Kejari Halbar, Edhy Djuebang, secara tegas mengimbau kepada seluruh pejabat daerah, penyelenggara, maupun masyarakat luas agar tetap waspada dan tidak mudah terperdaya.
Berdasarkan penelusuran tim intelijen, pelaku diketahui menggunakan nomor WhatsApp dengan identitas palsu yang mengaku sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Kasi Intel, hingga mantan pejabat Kejari Halbar.
Salah satu nama yang sering dicatut adalah Raka Apriski Suroso. Padahal, Raka merupakan pejabat lama di Kejari Halbar yang saat ini sudah berpindah tugas.
“Yang bersangkutan sudah pindah tugas sejak Januari 2026 lalu ke Grobogan, Jawa Tengah, untuk menjabat sebagai Kasi Pidsus. Namun namanya masih digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk meyakinkan calon korban,” ujar Edhy.
Untuk memperkuat aksinya, pelaku sengaja memasang foto profil palsu guna mengelabui targetnya agar percaya bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan pihak Kejaksaan yang asli.
Hingga saat ini, sejumlah nama besar di lingkungan pemerintah daerah dan instansi penyelenggara pemilu di Halmahera Barat dilaporkan telah dihubungi oleh oknum tersebut, di antaranya: Yafet Tjanu (Kepala Dinas PTSP), Sonya Mail (Kepala Badan Pendapatan Daerah), James Kose (Kabag Umum), Babul Saifuddin (Ketua KPU Halbar), dan Nimrot Lasa (Ketua Bawaslu Halbar).
Meskipun hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait kerugian material, pihak Kejari Halbar mengambil langkah preventif dengan menyebarkan selebaran (flyer) resmi berisi peringatan waspada penipuan.
Edhy menegaskan bahwa pihak Kejaksaan tidak pernah meminta sesuatu atau menghubungi pejabat daerah melalui nomor-nomor pribadi untuk kepentingan tertentu.
“Jangan direspons, jangan dilayani. Apalagi jika ada permintaan dalam bentuk apa pun. Kami pastikan itu bukan nomor resmi kami dan murni merupakan aksi penipuan,” tegas Edhy. (adi/tan)










