Gubernur Sampaikan Duka dan Apresiasi untuk Tim SAR Gabungan di Gunung Dukono

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. (Istimewa)

SOFIFI, NUANSA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyampaikan dukacita mendalam atas ditemukannya seluruh korban yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara.

Korban bernama Angel, seorang perempuan warga negara Indonesia (WNI), ditemukan lebih dahulu pada Sabtu (9/5) oleh tim SAR gabungan bersama relawan dan warga lokal di sekitar area kawah Gunung Dukono dalam kondisi utuh.

Sementara dua warga negara asing (WNA), yakni Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27), berhasil ditemukan pada Minggu (11/5) setelah proses pencarian sempat dihentikan sementara akibat tingginya aktivitas erupsi Gunung Dukono yang membahayakan keselamatan tim di lapangan.

Kedua korban ditemukan dalam kondisi yang memerlukan proses identifikasi lanjutan sesuai prosedur yang berlaku. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUD untuk penanganan lebih lanjut.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi dinyatakan ditutup.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh tim SAR gabungan, Basarnas, TNI-Polri, relawan, masyarakat lokal, serta semua pihak yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.

Menurut Sherly, proses pencarian dilakukan di medan ekstrem dengan risiko tinggi akibat aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih berlangsung.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban. Terima kasih kepada seluruh tim dan warga yang telah bekerja tanpa lelah dalam operasi kemanusiaan ini,” ujar Sherly.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga mengimbau masyarakat, wisatawan, dan para pendaki agar meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan dari otoritas terkait selama aktivitas Gunung Dukono masih tinggi.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di kawasan gunung api,” tandas Sherly. (tan)