Talkshow Inspiratif! Gubernur Tekankan Kepemimpinan Inklusif dan Transformasi Pendidikan di Malut

TOBELO, NUANSA – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menghadiri kegiatan Talkshow Inspiratif bertajuk “Kepemimpinan Inklusif dan Transformasi Pendidikan di Maluku Utara”, bertempat di Universitas Hein Namotemo (Unhena) Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Selasa (9/6).

Bertemu ratusan mahasiswa Unhena, Gubernur Sherly memanfaatkannya dengan memberikan inspiration insight. Sherly banyak menyampaikan perihal transformasi pendidikan dalam dunia AI serta kepemimpinan inklusif.

Menurut Sherly, dunia pendidikan berubah cepat. Value diri menjadi poin penting yang ia tekankan di hadapan para mahasiswa.

“Kalian harus memiliki value diri yang bisa ditawarkan kepada perusahaan. Tidak cukup IPK bagus, tidak cukup nilai rapor, namun yang jauh lebih penting dari itu semua ialah konsistensi value diri,” ucap Sherly.

Dengan nada optimis, Sherly meminta civitas Unhena untuk upgrading skill melalui perubahan paradigma dalam belajar.

Menurut Sherly, perkembangan AI di dunia pendidikan telah membawa perubahan paradigma yang signifikan dalam cara mahasiswa dan dosen berinteraksi di lingkungan kampus.

“Kecerdasan buatan bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan mitra strategis dalam proses pembelajaran yang lebih personal, adaptif, dan efisien. Di tengah pesatnya kemajuan teknologi informasi, adopsi AI menjadi kunci utama dalam menyiapkan lulusan yang kompetitif di era industri modern,” paparnya secara gamblang.

Lantas ia menjelaskan, dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, perusahaan tidak hanya membutuhkan pekerja yang memiliki keterampilan teknis, tetapi juga individu yang memiliki karakter kuat dan etos kerja yang baik.

Character building, kata Sherly, menjadi elemen kunci dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki nilai-nilai yang sejalan dengan visi dan misi perusahaan ke depan.

Critical thinking, communication skill, teamwork, creativity dan karakter adalah kunci character building menghadapi persaingan global,” terangnya.

Gubernur juga memberikan kesempatan sejumlah mahasiswa untuk menyampaikan pertanyaan. Tak ayal, sejumlah mahasiswa dengan antusias menyampaikan pertanyaan kepada orang nomor satu di Malut tersebut. Mulai dari kepemimpinan, AI, dan sebagainya.

Bagi Sherly, pemimpin yang inklusif adalah pemimpin yang memastikan mendengar suara rakyatnya.

“Sedangkan transformasi pendidikan yaitu tentang bagaimana kita mengubah paradigma sesuai perkembangan zaman,” tutupnya.

Pada semangat inspiratif siang itu, Gubernur juga memberikan hadiah berupa bantuan membangun auditorium Unhena.

Pendidikan menjadi salah satu dari sekian program prioritas Sherly selama lima tahun masa kepimpinannya di Maluku Utara. Misi mulia tersebut melahirkan beberapa program pro rakyat yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. BOSDA untuk pendidikan SMA/SMK/SLB negeri, Beasiswa S1-S2 bagi putra-putri daerah serta MoU bersama 27 PTN se-Maluku Utara menjadi sedikit dari sekian banyak dari buah kritis pemikiran serta komitmennya untuk memajukan pendidikan di Maluku Utara.

Di tangan dinginnya, Sherly ingin sumber daya manusia Maluku Utara memiliki daya saing yang tidak kalah dengan daerah lain. Ia yakin dan percaya visi ‘Maluku Utara Bangkit’ itu akan tercapai dengan transformasi di bidang pendidikan.

Menjadi pemimpin harus berjiwa melayani dan membangun kepercayaan dari masyarakat itulah yang selalu Sherly hadirkan. Semua aspirasi dari masyarakat harus bisa diterima. Model itu sudah berjalan di Pemprov Malut di tangan Gubernur Sherly dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe. (tan)