TERNATE, NUANSA – Puluhan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (Unutara) menggelar aksi di depan kampus Unutara, Selasa (29/9). Dalam aksi tersebut mahasiswa membentang spanduk bertuliskan ‘Unutara Gelap’. Mereka menuntut pihak rektorat agar transparan dalam mengelola perguruan tinggi.
Mahasiswa menuntut pihak kampus untuk memberikan informasi secara terbuka tentang kebijakan kampus yang dinilai merugikan para mahasiswa, terutama mandeknya proses belajar mengajar hingga administrasi kampus yang disebut tidak transparan.
Selain itu, mahasiswa yang tergabung dalam HMPI, HMS Biologi, Himpunan IPS, dan HIMASAKI, menuntut Plt Rektor Unutara segera melakukan pemenuhan hak-hak dosen dalam hal ini insentif yang belum diterima hingga saat ini. Sebab, bagi mahasiswa, kurangnya transparansi pihak rektorat berimbas pada proses belajar mengajar.
“Aksi ini merupakan bentuk keresahan mahasiswa terkait mandeknya proses pembelajaran dan administrasi kampus yang tidak transparan. Kenapa UKT yang tanpa sosialisasi dinaikkan, sementara mahasiswa saat ini tidak mendapatkan haknya untuk belajar dan ini tentu sangat merugikan mahasiswa,” tegas koordinator aksi, Rafika Lasifun.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa 8 tuntutan, di antaranya:
1. Mahasiswa tidak boleh menjadi korban dari persoalan internal birokrasi
2. Pemenuhan hak dosen dan pemenuhan hak mahasiswa atas pendidikan harus diselesaikan secara bersamaan
3. Menolak ketidakjelasan dan janji tanpa realisasi terkait pembayaran hak dosen maupun pemulihan kegiatan akademik
4. Segera hadirkan warek 1
5. Meminta transparansi terkait alokasi anggaran beasiswa yang ada di Unutara
6. Meminta untuk segera hadirkan ruangan belajar yang layak
7. Mempercepat pemilihan rektor Unutara
8. Meminta pimpinan universitas hadir secara langsung untuk berdialog dengan mahasiswa dan memberikan jawaban atas seluruh tuntutan yang diberikan.
(tan)










