Daerah  

Yakesma Maluku Utara Bagikan Ratusan Masker Cegah Paparan Asap Karhutla 

TERNATE, NUANSA – Lembaga Amil Zakat Nasional Yakesma Maluku Utara menggelar aksi kemanusiaan dengan membagikan ratusan masker secara gratis kepada masyarakat Kota Ternate pada Rabu (14/10). Aksi tersebut dipusatkan di kawasan padat aktivitas Pasar Gamalama, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah.

Aksi tanggap ini dilakukan sebagai langkah nyata untuk menangani dan mencegah dampak buruk dari kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih tebal menyelimuti wilayah Kota Ternate.

Masyarakat yang beraktivitas di sekitar Pasar Gamalama menyambut baik dan sangat antusias menerima pembagian masker gratis tersebut. Sebagai salah satu pusat perekonomian di Kota Ternate, area pasar menjadi kawasan yang rentan terhadap paparan udara buruk bagi para pedagang maupun pengunjung.

Ketua Program Yakesma Maluku Utara, Farhan Antolongo, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam merespons isu-isu kemanusiaan dan kesehatan masyarakat bersama pemerintah daerah.

“Efek dari kabut asap karhutla ini tentu berdampak langsung pada sistem pernapasan manusia. Oleh karena itu, sebagai lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan, Yakesma mengambil peran untuk membantu mengatasi dampak asap tersebut dengan membagikan masker secara gratis,” jelas Farhan.

Farhan menyadari bahwa ratusan masker yang dibagikan belum cukup untuk menjangkau seluruh populasi masyarakat Kota Ternate. Namun, aksi ini diharapkan dapat menjadi momentum edukasi bagi masyarakat luas.

“Tentu jumlah ratusan masker ini tidak sebanding dengan total populasi masyarakat di Kota Ternate. Paling tidak, aksi ini memberikan edukasi kepada publik bahwa menjaga kesehatan serta berikhtiar melindungi diri di tengah kondisi kabut asap adalah hal yang sangat penting,” katanya.

Melalui aksi sosial ini, Yakesma Maluku Utara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, dan senantiasa menjaga kesehatan respirasi selama dampak kabut asap karhutla masih berlangsung. (tan)