google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Daerah  

Kepala DKP Morotai Respons soal Dugaan Monopoli PT Harta Samudera 

Kepala DKP Morotai, Yoppy Jutan. (Zunajar/NMG)

DARUBA, NUANSA – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pulau Morotai, Yoppy Jutan, merespons terkait dugaan monopoli investasi di sektor perikanan, terutama pengelolaan dan pembelian ikan tuna di Morotai.

Dugaan monopoli investasi di sektor perikanan Morotai oleh PT Harta Samudera ini telah menjadi rahasia umum. Bahkan, PT Harta Samudera juga dinilai menjadi anak kesayangan pemda setempat. Pasalnya, sejumlah investor perikanan yang ingin menanamkan modal di Morotai, seringkali mendapatkan penolakan karena dinilai akan terjadi persaingan pasar dengan pihak PT Samudera.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

“Pemerintah daerah tidak ada sedikit pun bermaksud membatasi dan bermaksud memonopoli. Itu kita langsung ditegur oleh Komisi Persaingan Usaha. Tidak boleh, jadi kita buka seluas-luasnya,” kata Yoppy, Sabtu (17/8).

Menurutnya, Pemkab Morotai sama sekali tidak membatasi adanya investasi di sektor perikanan. Hanya saja, terdapat beberapa kendala yang membuat investasi di Morotai menjadi terbatas.

“Tidak ada (pembatasan) itu. Yang saya perlu jelaskan di sini memang kendala itu ada. Artinya bahwa ketika satu perusahaan akan masuk, dia akan bertanya bisa dapat jatah kontainer berapa. Sedangkan Tol Laut yang masuk itu terbatas, dia sekali masuk hanya bisa angkut tiga kontainer, itu sebulan sekali masuk. Sehingga orang berasumsi bahwa kita pemerintah daerah membatasi,” ujarnya.

Yoppy mengaku, beberapa langkah koordinasi telah ditempuh hingga ke pemerintah pusat agar dapat diberikan tambahan trip dan tambahan kuota driver kontainer.

“Dengan begitu, dapat membuka minat investasi bagi pelaku-pelaku usaha di dalam dan luar negeri,” pungkasnya. (ula/tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version