TERNATE, NUANSA – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ternate mengingatkan pemerintah kota terkait pembangunan di tiga kecamatan terluar, yakni Kecamatan Pulau Batang Dua, Hiri, dan Moti (BAHIM).
Hal itu disampaikan GMKI dalam sidang pleno II, bertempat di aula kantor Dispora Kota Ternate, Senin (9/9). Kegiatan tersebut merupakan agenda evaluasi program kerja yang dilaksanakan di pertengahan masa bakti kepengurusan.
Ketua GMKI Ternate, Chrisvanus Th Lahu, mengatakan selain membahas hal-hal internal, GMKI yang juga mitra kritis pemerintah terus mengawal persoalan pembangunan di Kota Ternate.
Menurutnya, realisasi program ‘Ternate Andalan’ di bawah kendali M Tauhid Soleman masih jauh dari harapan.
“14 program prioritas yang dituangkan dalam RPJMD Kota Ternate 2021-2026 harusnya terus menjadi alarm bagi wali kota untuk segera diselesaikan. Namun, faktanya banyak program prioritas yang hingga akhir periode belum mampu diselesaikan pemerintah kota,” ujar Ivan, panggilan akrabnya.
“Bahkan beberapa program seperti pembangunan BAHIM selalu dialokasikan di setiap pembahasan APBD, namun hingga kini realisasinya sangat tidak maksimal,” sambung dia.
Ivan mengaku, beberapa catatan panjang tersebut telah disampaikan saat pihaknya menggelar rapat bersama 10 OPD pada tahun 2023.
“Rapat itu bertujuan menekan percepatan pembangunan tiga pulau terluar di Kota Ternate. Namun, perkembangannya berjalan sangat lambat,” katanya.
Selain itu, ia menambahkan, APBD Kota Ternate hanya menyentuh di kisaran Rp1,1 triliun dan tidak bisa memfasilitasi seluruh kebutuhan OPD. Untuk itu, Pemkot Ternate diminta bijak menentukan skala prioritas dalam porsi APBD tersebut.
“Alih-alih menentukan skala prioritas, justru informasi terbaru Pemkot mengalokasikan sebesar Rp660 juta untuk pembangunan pangkalan ojek. Memang tujuannya baik, tapi masih sangat banyak program prioritas yang harus dikerjakan. Kami menyarankan untuk meninjau kembali setiap program yang tidak mendesak dan segera mengeksekusi setiap kebutuhan yang ada di tiga pulau terluar,” tandasanya. (tr1/tan)












