TERNATE, NUANSA – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, meninjau sejumlah rumah warga yang masuk dalam program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Ternate, Jumat (8/8). Dalam kunjungan ini, gubernur memastikan distribusi bahan bangunan dan pembayaran upah tukang segera dilakukan untuk rumah-rumah yang telah terdaftar sebagai penerima bantuan.
Berdasarkan data pemerintah provinsi, jumlah rumah tidak layak huni di Maluku Utara mencapai sekitar 50 ribu unit. Program renovasi difokuskan pada dua kategori, yakni perbaikan dapur bagi rumah permanen yang belum layak, dan pembangunan rumah baru senilai Rp50 juta untuk rumah kayu yang rusak berat atau roboh.
“Kalau rumahnya sudah bata tapi dapurnya belum layak, kita bantu perbaiki dapurnya. Kalau rumahnya kayu dan roboh, kita bangun baru,” ujar Sherly saat berdialog dengan salah satu penerima bantuan.
Selain perbaikan fisik, Pemprov Maluku Utara juga menyalurkan modal usaha dan peralatan memasak, agar penerima bantuan dapat memulai usaha rumahan, memperoleh penghasilan, dan secara bertahap memperbaiki bagian rumah lainnya.
Dalam peninjauan tersebut, gubernur menargetkan pembangunan salah satu rumah penerima bantuan dapat rampung dalam waktu dua bulan. Saat ini, rumah tersebut telah siap dibongkar, peralatan rumah tangga dipindahkan, dan pemilik sementara tinggal di kediaman saudaranya.
“Dinding yang berlubang akan diganti dengan bata, kamar tidur ditinggikan supaya aman dari banjir. Semoga dua bulan lagi, saat anaknya pulang dari sekolah rakyat, rumahnya sudah baru,” ucap Sherly.
Ia juga menginstruksikan agar pasokan air bersih ke lokasi dipastikan tersedia pada hari yang sama. Program RTLH ini diharapkan menjadi langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di Maluku Utara. (tan)










