google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

UMMU dan Eco Bhinneka Muhammadiyah Gelar Kuliah Umum: Merawat Bumi, Merajut Perdamaian

Rektor UMMU, Prof Saiful Deni. (Istimewa)

TERNATE, NUANSA – Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) bersama Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar kuliah umum bertajuk “Merawat Bumi, Merajut Perdamaian: Peran Kampus dan Komunitas Lintas Iman di Maluku Utara dalam Membangun Kerukunan dan Ekologi Berkelanjutan”.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Gedung Rektorat UMMU, Jumat (29/8) ini dihadiri Rektor UMMU Prof Saiful Deni, Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku Utara, Dr Soleman Saidi, pengurus Eco Bhinneka Muhammadiyah, dan ratusan mahasiswa baru perwakilan dari berbagai fakultas.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

“Berbicara tentang ekologi berkelanjutan dan lintas agama, kita tidak bisa lepas dari sejarah. UMMU yang berdiri pada tahun 2001 pernah menggunakan Gedung Katolik di tengah kota, yang kini menjadi Rumah Sakit Dharma Ibu Ternate sebagai tempat kuliah. Dari situ kita belajar, keberagaman adalah bagian penting yang setiap hari kita praktikkan,” ucap Saiful.

Ia menjelaskan, UMMU bukan sekadar ruang untuk mendapatkan pengetahuan, tetapi juga tempat dialog.

“Di sini, mahasiswa diajak untuk mengembangkan pemikiran kritis dan memberi sumbangan kajian yang bermanfaat ke depan,” ujarnya.

Saiful berharap, melalui kuliah umum ini, lahirlah pemikiran mahasiswa yang berorientasi juga pada inovasi nyata untuk merawat bumi dengan temuan-temuan luar biasa.

Sementara itu, Sekretaris PWM Maluku Utara, Dr Soleman Saidi, menegaskan bahwa di dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 57 dan Ar-Rum ayat 41 mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan terjadi akibat ulah tangan manusia sendiri.

Dr Soleman Saidi. (Istimewa)

“Kegiatan seperti ini penting untuk kita ikuti dan terlibat di dalamnya, agar kita mampu membaca tanda-tanda kebesaran Allah yang tercermin dalam alam semesta, serta belajar bagaimana menjaga keseimbangan lingkungan. Lebih indah lagi karena semua umat lintas agama atau keyakinan terhimpun di dalamnya, mempelajari nilai-nilai dalam merawat karunia ciptaan Tuhan,” ungkapnya.

Soleman juga mengajak Pimpinan Wilayah Muhammadiyah untuk terus mendukung inisiatif seperti ini, baik di tingkat lokal maupun internasional, sebagai bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam merawat bumi sekaligus memperkuat kerukunan.

Arne Muis, First Secretary of Political Affairs, Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara ini.

Arne Muis. (Istimewa)

“Sejarah Maluku mencatat peran penting Muhammadiyah sebagai jembatan perdamaian melalui pendidikan, kegiatan sosial, dan penguatan nilai toleransi, yang kini diwariskan kepada generasi muda,” ungkap Arne dalam video sambutan yang ditayangkan.

Arne menyebutkan bahwa kehadiran program Eco Bhinneka Muhammadiyah di Ternate lebih dari 4,5 tahun ini menjadi bukti konkret bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan seiring dengan upaya membangun harmoni antaragama.

Hening Parlan, Direktur Program Eco Bhinneka Muhammadiyah hadir sebagai narasumber kuliah umum ini. Ia menjelaskan bahwa perubahan iklim memberikan dampak nyata bagi kehidupan manusia.

“Di pulau-pulau kecil, sangat mungkin terjadi tenggelam atau hilangnya daratan. Jika dampak ini semakin keras, maka berpotensi memicu konflik berkepanjangan seperti konflik sosial, dan ekonomi,” jelas Hening.

Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini juga memaparkan data-data bahwa perubahan iklim juga berdampak pada kesehatan, memunculkan penyakit-penyakit seperti asma, kolera, hingga malnutrisi.

“Krisis iklim kini adalah krisis multidimensi, krisis iklim tidak pernah memilih umat, sehingga kerja sama antaragama menjadi penting,” tegasnya.

Hening juga mengapresiasi pelaksanaan Eco Bhinneka Muhammadiyah di Ternate.

Regional Manager Eco Bhinneka Muhammadiyah Ternate, Usman Mansur, mengungkapkan rangkaian kegiatan sudah dilaksanakan sejak 2022, mulai dari seminar dan pembentukan komunitas Pemuda Lintas Iman yang disebut PEKA (Partner Eco Bhinneka), pelatihan penguatan kapasitas komunitas, aksi bersih pantai, pendampingan desa dalam pengelolaan sampah dan pembuatan biopori, hingga memberikan rekomendasi kepada pemerintah.

Lebih lanjut, Eco Bhinneka Muhammadiyah telah menyusun buku panduan berisi enam pemahaman lintas agama tentang perspektif nilai-nilai ajarannya dalam merawat lingkungan.

“Pada panduan ini kita dapat menemukan ajaran atau nilai agama lain yang sama-sama mengajarkan kepedulian terhadap bumi, sehingga menjadi dasar untuk membangun gerakan bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan,” papar Hening.

Meneladani KH Ahmad Dahlan, kata Hening, selama hidup sebaiknya manusia terus berbuat baik.

“Mari kita menjaga dan merawat yang sudah ada, melakukan koreksi terhadap yang sudah rusak dan memperbaikinya, melalui menanam, membersihkan pantai, dan upaya baik lainnya,” pungkasnya, seraya mengajak mahasiswa UMMU sebagai generasi muda untuk melakukan inovasi, baik di dalam maupun di luar kampus.

Tentang Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) adalah perguruan tinggi swasta yang berada di bawah naungan amal usaha Muhammadiyah, didirikan pada 5 Juni 2001 sebagai respons terhadap kebutuhan pendidikan pasca-konflik Maluku Utara. Universitas yang terletak di Jl. KH. Ahmad Dahlan No.100, Sasa, Kec. Ternate Sel., Kota Ternate, Maluku Utara, ini telah berkembang pesat dan kini menawarkan sekitar 19 program studi di bawah 9 fakultas, termasuk bidang Ilmu Sosial dan Politik, Teknik, Pendidikan, Ilmu Kesehatan, Pertanian, Hukum, Komunikasi, Agama Islam, hingga Pascasarjana

Tentang Eco Bhinneka Muhammadiyah Ternate

Eco Bhinneka Muhammadiyah Ternate merupakan program lintas iman yang diinisiasi Muhammadiyah sebagai bagian dari Joint Initiative for Strategic Religious Action (JISRA). Sejak hadir di Ternate, program ini berfokus pada peningkatan kesadaran ekologi sekaligus merawat kerukunan dengan melibatkan pemuda lintas iman dalam berbagai aksi nyata, khususnya pengelolaan sampah pesisir. Melalui dialog, edukasi lingkungan, dan kolaborasi komunitas, Eco Bhinneka Ternate menjadi ruang perjumpaan yang meneguhkan toleransi, membangun kepedulian terhadap lingkungan, dan memperkuat kerukunan antar umat beragama di Maluku Utara. (tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version