google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kunker ke Maluku Utara, Dubes Austria Perkuat Kerja Sama Pendidikan Vokasi

TERNATE, NUANSA – Pemerintah Austria melalui Duta Besar (Dubes) Austria untuk Indonesia, Dr Thomas Loidl, melakukan Kunjungan kerja (kunker) ke Maluku Utara. Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki kerja sama antara pemerintah Austria dengan Maluku Utara dalam bidang pendidikan vokasi.

Bertempat di Kadaton Kesultanan Ternate, Rabu (7/1), Dubes Austria beserta rombongan melakukan pertemuan dengan Sekretaris Provinsi Malut Samsuddin Abdul Kadir dan Sultan Ternate Hidayatullah Sjah.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dubes Austria melalui Kepala Perwakilan Indonesia untuk Austria, Alvin Saadi, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa kunker dubes ke Malut ini adalah untuk penjajakan kerja sama di bidang pendidikan vokasi dan sosial budaya.

“Ini merupakan langkah awal penjajakan kerja sama dalam bidang pendidikan vokasi. Hal ini selain memperkuat SDM yang unggul juga meningkatkan pendapatan masyarakat Malut,” katanya.

Ia menjelaskan, nantinya ada pelatihan intensif, misalnya, pertukangan kayu, teknik mesin, dan teknik pendidikan lainnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat Malut.

“Membekali SDM lokal agar mampu mengoperasikan teknologi terkini guna menghadapi tantangan industri masa depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Samsuddin mengungkapkan bahwa tawaran kerja sama ini merupakan momentum penting bagi daerah. Austria, yang dikenal memiliki sejarah sistem vokasi selama kurang lebih dari 200 tahun, menawarkan konsep link and match untuk memastikan lulusan pendidikan memiliki keterampilan yang sesuai, cocok dengan kebutuhan industri global.

“Tentunya pemerintah Malut menyambut baik dan siap berkolaborasi dengan konsep pendidikan vokasi yang ditawarkan oleh Austria, ini demi kemajuan SDM yang unggul di Malut,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sultan Ternate juga menyambut baik inisiatif ini, mengingat hubungan antara Austria dan Ternate telah terjalin sejak tahun 1621. Catatan sejarah seorang warga Austria bernama Cornelis yang menetap selama 7 tahun di Ternate dan menulis buku tentang rempah-rempah menjadi landasan emosional yang mempererat diplomasi kedua pihak.

Langkah tindak lanjut pihak Kesultanan Ternate dengan memberikan dukungan penuh dan berharap pemerintah provinsi dapat bersikap proaktif.

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan regulasi dan sikap proaktif pemerintah daerah dalam menindaklanjuti tawaran teknis dari pihak Austria,” tegasnya.

Sultan yang juga selaku anggota DPD RI dapil Malut ini bahkan mencontohkan dengan merujuk pada perkataan dubes, bahwa keberhasilan di kota lain yang telah melakukan kerja sama dengan Austria seperti Medan dan Makassar, tenaga kerja (seperti pelaut) yang tersertifikasi sistem Austria tercatat mengalami kenaikan pendapatan signifikan.

Implementasi jajakan kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku Utara, tetapi juga membuka akses lapangan kerja internasional bagi generasi muda di Bumi Moloku Kie Raha. (tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version