SOFIFI, NUANSA – Menindaklanjuti informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem yang akan masih terjadi, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos tetap mengimbau seluruh masyarakat Maluku Utara untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Imbauan ini didasarkan pada peringatan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Baabullah Ternate yang memprakirakan adanya potensi hujan lebat disertai angin kencang, serta risiko tinggi banjir, tanah longsor serta pohon tumbang di wilayah Maluku Utara yang diperkirakan terjadi pada tanggal 19 hingga 25 Januari 2026.
Gubernur menyampaikan, kondisi cuaca ekstrem seperti hujan dengan intensitas tinggi berpotensi menimbulkan dampak terjadinya banjir hingga tanah longsor di wilayah dataran tinggi. Sehingga itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. Pantau terus informasi cuaca dari BMKG dan segera laporkan kepada pemerintah setempat jika terjadi kondisi darurat,” ujar Sherly.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Maluku Utara itu juga mengimbau BPBD, camat, lurah, dan kepala desa untuk meningkatkan kesiapsiagaan, melakukan pemantauan wilayah, serta memastikan langkah-langkah antisipasi dan penanganan cepat jika terjadi bencana.
Diketahui, sebelumnya BMKG juga merilis imbauan cuaca ekstrem yang terjadi pada 12-18 Januari dan langsung direspons cepat oleh gubernur beserta jajarannya. Anomali cuaca yang terjadi akhir-akhir ini mengakibatkan sejumlah bencana ekologis, yakni di Halmahera Utara dan Halmahera Barat berupa bencana banjir yang membuat beberapa infrastruktur rusak.
Selain itu, Sherly juga mengutarakan langkah langkah antisipatif bagi warganya, di antaranya:
– Segera evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila terjadi potensi bencana seperti banjir dan longsor;
– Waspadai aktivitas di wilayah rawan seperti pesisir pantai dan area perbukitan
– Jauhi area pepohonan tua atau rawan tumbang;
– Selalu periksa prakiraan cuaca sebelum bepergian dengan moda transportasi darat, laut dan udara;
– Selalu ikuti dan dapatkan informasi resmi dari Stasiun Meteorologi Kelas I Babullah Ternate (BMKG).
Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap masyarakat serius menindaklanjuti imbauan tersebut demi keselamatan bersama. (tan)
